KEPADA PUAN YANG MELAHIRKAN PUISI

aku tak pernah lahirkan cerita
 atau lewati jalan-jalan aksara cintamu
 tapi hari ini aku telah singgah dalam dustamu
 ada segelintir aroma tercium dari tubuhmu
 hingga aku harus hentikan perjalanan tanyaku
 untuk datang dan sekedar menyapamu
 ranumnya kata-kata menjalar dalam jiwaku
 meraba di setiap lekuk tubuhku
 sebuah kehangatan hilangkan kesadaran
 mataku membaca seluruh raut wajahmu
 menyentuh kedalam selangkangan hidungmu yang mancung
 aku rasakan sesuatu di matamu
 ada api yang membakar
 sebuah amarah kusuguhkan pada pilar dadamu
 ini puan aksara yang pernah kau pinjam
 jika kemurkaanmu telah menyerang otak
 aku di sini hadir untuk mendengar makianmu
 karena sebentar lagi aku akan lanjutkan perjalanan
 mengarungi lautan kata meski tak bermakna
 aku tahu ada kejenuhan
 tapi aku lelaki
 pengembaraan kataku tak akan pernah kutuntaskan
 sekalipun terjebak dalam terjalnya aksara paling tajam
 akan kupuaskan!
 akan kupuaskan!
 segala dahaga imajinasiku ini
 dengar puan sekali lagi kukatakan kepadamu
 andai aku tak lagi menghafal abjad-abjad puisimu
 mungkin aku sudah tenggelam
 dan terkubur bersama kata-kata
 yang tak lagi bisa kukatakan

2016