Wanita dan selfie

Berbicara wanita tentu tidak lepas dari aktivitas satu ini..

Selain kosmetik dan shoping,selfie juga merupakan kebutuhan primer dari kaum hawa. Kegiatan memotret diri sendiri ini,sepertinya sudah tidak asing lagi di kalangan generasi android.

Sangat jarang sekali,ditemukan kaum hawa yang tidak menyukai selfie.

Bahkan kaum hawa menganggap selfie adalah kebutuhan wajib pada setiap momen yang di lewati.

Tentu bukan berarti parah lelaki tidak menyukai selfie. tetapi bedanya,kaum adam dapat melihat situasi dan kondisi Di mana harus selfie,dan di mana tempat yang kurang pantas untuk berselfie (pada umumnya).

Mungkin kita pernah bertanya-tanya siapa sih orang yang pertama kali selfie di dunia???…..

Akhir-akhir ini,saya baru tahu ternyata selfie sudah ada di abad 18. Namun,Istilah Selfie itu sendiri lahir pada tahun 2002 di Australia.

Dialah robert cornelius seorang yang pertama kali melakukan selfie pada tahun 1839.

Oktober 1839 pada usia 30 tahun, Cornelius untuk pertama kali mengambil gambar potret dirinya, melakukan foto selfie di dalam toko pengrajin perak milik keluarganya di kota Philadelphia (Amerika Serikat).

“Well kita kembali ke pembahasan awal yah guys).

Sepertinya Selfie sudah menjadi kultur dikalangan kawula muda “khususnya wanita”.

Selfie dan wanita sepertinya sudah menjadi satu kesatuan yang interdependen.

Jika awalnya selfie adalah kegiatan untuk mengabadikan momen,atau iseng-iseng saja,tapi sekarang selfie telah menjelma menjadi suatu ibadah.

Tak hanya tempat yang eksotis. Tempat yang kurang pas juga turut menjadi objek untuk berselfie ria.

Seperti rumah sakit,tempat ibadah,pinggir rel kereta,pinggir jalan,kuburan dan masih banyak lagi.

Tak hanya soal tempat yang tidak semestinya namun gaya berfoto juga di luar batas kewajaran. Seperti memonyongkan bibir,menutup mata satu,mengeluarkan lidah DLL.

Kebanyakan,Editan selfie kaum hawa juga terkesan abnormal. Seperti mengedit wajahnya menyerupai hewan seperti Anjing dan babi.

Entah apa maksud dari mengedit wajah menyerupai hewan tersebut. Apa mungkin mereka bosan menjadi manusia.

Atau Mungkin, dengan mengedit wajah menyerupai hewan dapat membuat mereka lebih cantik dan anggun (maybe).

Bgitulah wanita. Sanggat sulit mengetahui jalan fikiranya.

Thanks for reading

By: Zack Deyoung

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.