AHOK BERSABARLAH

Pilgub Jakarta sudah usai... setelah ini, dalam analisa saya, tidak akan ada lagi yang teriak-teriak bela agama, pemenangnya jelas, sesuai keinginan mereka. Skornya 2 lawan 1. Para langit telah berkompromi mungkin juga naga-naga di balik setiap aktor.

Saya hanya kasihan pada Ahok dia harus menepi demi stabilitas nasional, masyarakat Jakarta yang harus memilih di tengah tekanan opini "penista" dan demi keamanan Jakarta juga kepada seluruh masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai keadilan di atas segalanya. Namun demikianlah sejarah. Tokoh-tokoh yang konsisten selalu terhakimi secara tak manusiawi.

Bangsa ini butuh publik figur seperti Ahok yang sejak awal dilahirkan sebagai harimau. Biarlah menjadi pelajaran buat kita semua. Itupun jika kita masih ingin belajar. Kata kata yang benar memang cenderung menyakitkan di tengah kalimat yang mendayu, merayu dan menipu bahkan kerap kali bersembunyi di balik topeng firman-firman Tuhan.

Ahok adalah tokoh kontroversial sejenis Gus Dur, di zamannya. Sayangnya Ahok tak ditopang oleh basis ideologis sekuat Gus Dur apalagi memiliki sejarah leluhur adiluhung layaknya Gus Dur. Baik Ahok atau Gus Dur keduanya harus berhenti di tengah jalan. Keduanya juga lahir dan berjuang melampaui masanya. Keadilan melampaui batas-batas apapun termasuk etnik dan agama.

Saya yakin di balik jeruji pun Ahok akan bicara. Bicara tentang hal apapun yang ingin ia utarakan dan rasanya sebagai orang yang ber-KTP Islam saya malu diajari kebenaran dan keadilan bukan dari KTP sejenis. Hingga akhirnya di hadapan Tuhan kelak, KTP tak memiliki arti apa-apa.

Ahok selamat berjuang dan semoga engkau sabar menghadapi ini semua.

* Seorang rekan di facebook mengungkapkan jika saja gelombang massa ummat Islam sebesar itu termobilisasi untuk the real kepentingan ummat semisal kritik terhadap imperialisme di Palestina, menghentikan perang saudara di Suriah, Yaman, Irak dan di beberapa negara lainnya atau aksi untuk menghentikan ketimpangan global karena hegemoni negara- negara adidaya maka mungkin saja kita akan mulia di hadapan bangsa-bangsa lainnya dan akan menjadi negara penduduk muslim terbanyak yang disegani.