MAAF YANG TIDAK DIRINDUKAN

Kepada kalian di malam minggu terakhir menjelang bulan Ramadhan ini saya bersimpuh meminta maaf karena semua khilaf yang disengaja atau tidak dan lebih seringnya disengaja.
Semua kesalahan kalian akan saya maafkan tetapi itu untuk kebaikan diriku saja bukan untuk kalian...Tuh kan betapa sengajanya saya berbuat khilaf!
Jadi bahasa sengaja atau tidak sengaja itu bahasa sengaja saja kepada kekhilafan yang tersengaja dari pada keengganan saya untuk berubah.
Tentu kita semua memiliki dosa tetapi dengan tindakan sengaja yang disengaja baik-baik akan mengatur ritme tindakan kita menjadi kebaikan yang tersengaja terus menerus. Nah bulan puasa ini adalah tempatnya segala hal yang disengaja dengan sadar.
Jika ternyata di bulan puasa ini anda dapati diri anda bertindak tidak sengaja maka mungkin itu faktor keengganan saja karena mustahil kan bulan ramadhan kita boikot seperti boikot kurma yang nyata-nyata bertindak khilaf.
Saya memiliki tips jitu untuk Ramadhan ini, terserah mau ikut atau tidak, jika sholat tarawih lebih dulu dilakukan dari pada ceramah maka setelah tarawih pulanglah cepat-cepat ke rumahmu dan buka Alquran terjemahan, tidak usah belagu berlalu-lagu dengan kata-kata yang tak kau pahami maknanya. Jika ternyata ceramahnya lebih dulu dari pada tarawih maka siapkan saja buku saku yang bisa engkau baca saat ceramah lagi didongengkan.
Oia sahur dan berbuka saya lebih memilih memperlambat keduanya karena tergesa-gesa itu dilarang dalam agama kecuali dalam beberapa hal yang karena belum mengamalkan syariat pertama agama Islam yakni "Iqra" dengan baik saya jadi lupa.
Begitu saja...maaf tidak sengaja!