Sajak yang tak dapat kita lunasi

jamaahgalau
Aug 31, 2018 · 1 min read

Gelombang-gelombang prahara, mengikis habis tanah kepercayaan kita pada apa-apa yang kita tanam, pada apa-apa yang kita genggam

diatas semua itu pohon-pohon tumbuh dengan sekehendaknya, ranting adalah tangan-tangan waktu membelai ubun-ubun masa lalu, menjadikannya berguguran seperti daun-daun musim semi, sementara itu akar-akarnya menghujam tanah dimana dulu pernah kaki-kaki kita berpijak searah, berdarah tanpa alas.

Semua janji yang pernah terucap adalah hutang, dan kemiskinan masih saja tak ingin meninggalkan kita, dimalam-malam paling beku dia mengetuk-ngetuk pintu meminta semua yang melekat dalam diri kita, mulut-mulut terkunci menghentikan setiap patah alasan yang mengintip dari bibir kata, tak ada yang dapat dimaafkan, kita harus membayar janji-janji itu.

Jika kelak waktunya tiba, janji-janji itu jatuh tempo dan kita tak dapat melunasinya, maka ia akan jadi amarah yang membakar seluruh perihal yang pernah mendekatkan kita mendekapmu, mendekapku.

Kita akan jadi abu-abu kenangan, yang apinya telah kita padamkan, dan sisa-sisa pembakarannya akan dikobarkan semesta menuju makam kita yang berdampingan.

jamaahgalau

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade