420 CCTV, Masih Kurang!

Apakah 420 CCTV itu sudah cukup untuk mengawasi area Unpad Jatinangor yang luas tersebut? Jawabannya, belum.

CCTV di Universitas Padjadjaran Jatinangor, Sumedang. Credit : Ahmad Mudzakir

Aku kecewa sih, udah lari-lari dan berharap CCTV rekam kejadian waktu itu, tapi rekamannya gak ada.” Pernyataan itu disampaikan oleh Tyas Hanina(19) yang merupakan korban penjambretan di sekitar Universitas Padjadjaran Jatinangor. Kejadiannya terjadi ketika Tyas selesai melakukan siaran radio di Rektorat Unpad Jatinangor. Sekitar pukul 12.30 WIB, ia berjalan kaki melewati jalanan depan Bale Santika yang bersebrangan dengan kandang sapi milik Fakultas Peternakan. Menurut penuturan Tyas, kondisi jalanan saat itu sepi dan ketika ia akan memutar lagu, ada sebuah sepeda motor maju dengan kecepatan tinggi dan seketika mengambil handphone yang ada digenggamannya. “Aku lari sampai ojeg, dianterin ke Gerlam, ke pos satpam, terus dianterin lagi ke pos satpam dekat Rektorat Unpad. Dari sana dijemput pakai mobil Patroli Unpad disuruh ke Gedung Biru. Di Gedung Biru, aku dikasih tahu kalau CCTV-nya lagi mati seharian karena lagi diperbaiki” ujarnya.

CCTV berfungsi untuk mengawasi apa yang terjadi disekitar lingkup CCTV itu berada. CCTV itu harus tidak terlihat orang lain, namun kita bisa melihat apa yang terjadi. Ada 420 CCTV yang tersebar di Unpad Jatinangor, baik itu di jalanan Unpad maupun dalam fakultas. Dalam artian 420 tidak termasuk CCTV yang diadakan oleh fakultas itu sendiri, melainkan CCTV yang murni dari pusat. Namun, apakah 420 CCTV itu sudah cukup untuk mengawasi area Unpad Jatinangor yang luas tersebut? Jawabannya, belum.

Jumlah CCTV di Unpad

Ditemui di Rektorat Unpad Jatinangor, Sandi Adiwijaya selaku perwakilan dari pihak Rektorat Unpad menuturkan CCTV di Unpad yang berjumlah 420 itu masih kurang untuk mengawasi area Unpad Jatinangor yang luas. Area parkir yang ada di Unpad Jatinangor pun belum semua diawasi CCTV. Keberadaan CCTV tidak diiringi dengan jumlah personil keamanan yang sesuai. Walaupun perawatan rutin CCTV dilakukan pada siang hari karena kemungkinan kejahatan pada siang hari relatif lebih kecil, namun tidak ada jaminan kejahatan tidak terjadi pada siang hari. Perawatan rutin CCTV dilakukan sebulan sekali. Minimal seminggu sekali untuk melihat kondisi CCTV. Perawatan maintenance full dilakukan sebulan sekali, dengan kondisi mati. Namun, lamanya perawatan CCTV tersebut maksimal hanya 5 menit. Dari 420 CCTV yang ada, hanya 360 CCTV yang berfungsi sebagaimana mestinya dan belum ada perbaikan yang rusak.

Pada tahun 2016, CCTV di Unpad Jatinangor baru dikoordinir secara terpusat, hal tersebut dikarenakan revitalisasi CCTV yang baru pula. Sebelumnya, CCTV di Unpad sudah ada sedari dulu, namun belum dikoordinir secara terpusat karena sistemnya masih analog. Misal, jalanan di depan Rektorat, dikoordinir oleh pos satpam terdekat. Sehingga CCTV di Unpad belum terintegrasi semuanya.

Meskipun di Unpad Jatinangor ini sudah memiliki 420 CCTV, namun menurut Dr. Irwan Ary Dharmawan selaku Direktur Sarana dan Prasarana Unpad, akan dilakukan penambahan untuk CCTV.

Sandi Adiwijaya menyampaikan alasan mengapa CCTV di Unpad perlu diperbanyak. “Seperti di parkiran, masih kurang. Meskipun jumlah CCTV sekarang sudah ada 420, namun masih ada beberapa tempat yang belum ter-cover oleh CCTV.”

Seputar CCTV Unpad

Pertanyaan lain muncul terhadap keberadaan CCTV di Unpad ini. Apakah CCTV diawasi 24 jam? Kemanakah hasil rekaman CCTV Unpad selama ini? CCTV Unpad diawasi selama 24 jam itu oleh satpam rektorat dan diberikan akses ke CCTV di masing-masing fakultas. Hasil rekaman CCTV disimpan dalam bentuk file maksimal 7 hari dan setelah itu dihapus. Resolusi yang digunakan adalah resolusi terbesar dan berguna bagi kejernihan gambar, sehingga ukuran file tentunya sangat besar. Storage yang ada pun tidak mampu menyimpan file lebih dari sebulan, maksimal 7 hari. Sehingga, jika ada pelaporan dan meminta rekaman CCTV jangan lebih dari 7 hari, karena rekaman sudah dihapus.

Peristiwa kejambretan yang terjadi pada Tyas, merupakan potret bahwa CCTV di Unpad belum berfungsi sebagaimana mestinya dan tidak sesuai dengan kenyataan dilapangan.

Namun, diakhir wawancara bersama Sandi Adiwijaya, ia menyampaikan bahwa CCTV di Unpad sudah berfungsi sebagaimana mestinya, namun kurangnya CCTV yang tersebar di kawasan Unpad Jatinangor ini masih menjadi masalah. Jadi, apakah benar CCTV Unpad sudah berfungsi sebagaimana mestinya? (Malinda)

Show your support

Clapping shows how much you appreciated January Malinda’s story.