Adhia Rana Kayungyun:

Setinggi Apapun Mimpi, Pasti Ada Jalan dari Semesta yang Akan Mengantarmu ke Arah yang Dituju

Sumber: Dokumen Narasumber

Tidak semua hal di bumi ini adalah hitam dan putih, Tuhan dan Alam-Nya selalu berada di sisi mereka yang berkeinginan besar dan ogah untuk menyerah. Jadi kadang, memang kita harus lebih santai dalam jalan menuju kesuksesan yang dituju, dan jangan lupa hidup saat menjalaninya!” Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Adhia Rana Kayungyun. Perempuan yang akrab disapa Adey ini lahir di Jakarta, 31 Mei 1997. Ayahnya bernama Agus Hermawan dan ibunya bernama Rita Safrita Aryana. Ia memiliki saudara kandung bernama Mugi Bentang Fatihah.

Saat SMA, Adey orang yang sangat aktif di bidang organisasi. Hal tersebut membuat tak terlintas dalam dirinya untuk mendalami berbagai kompetisi. Ia pun mendapat kepercayaan menjabat Ketua Bidang 2 OSIS yang menyebabkan Adey sulit membagi fokusnya dengan kegiatan lain. Lomba pertama yang diikuti saat SMA adalah Lomba Debat Bahasa Inggris. Lomba berikutnya adalah Olimpiade Ilmu Sosial ke-11 yang diselenggarakan oleh FISIP UI untuk siswa-siswi SMA se-Indonesia. Untuk bisa mengikuti karantina lomba ini pun tidak mudah, karena dari sekian ratus essay yang masuk dari seluruh Indonesia, diseleksi kembali menjadi 30 tim yang maju ke babak final. Timnya maju sebagai salah satu finalis dan dikarantina di FISIP UI selama enam hari, dan berhasil Achieved the 1st place winner for ‘Circle of Knowledge’.

Saat masuk kuliah, Adey pun bertekad untuk mulai mendalami bidang kompetisi. Lomba pertama yang ia ikuti saat kuliah adalah National Debate Competition yang diselenggarakan oleh UII Yogyakarta. Bersama dua orang teman, Bethania dan Melissa yang baru pertama kali mengikuti lomba debat pun berangkat dengan modal pede dan nekad. Dan akhirnya mereka dapat lolos sebagai quarterfinalist.

Model United Nations

Sejak bangku SMA, ketertarikan Adey pada Model United Nations sudah ada karena kakaknya menjadi delegasi Unpad untuk National MUN 2014 di New York. Namun karena kesibukannya ia tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang tersebut. Hingga kuliah, ia melihat ada kesempatan untuk menjadi salah satu delegasi Jakarta Model United Nations(MUN) 2016 by ISAFIS, perempuan yang hobi menulis ini langsung mendaftarkan diri dengan modal pede dan nekad. Adey setelah mengikuti seleksi yang panjang, ia lolos seleksi. Meskipun belum berhasil menjadi juara, dengan usaha yang keras untuk mengikuti pace debat dan diplomasi, ia diberi penghargaan Verbal Recommendation dari chairs dan Top 6 Delegates dalam commitee Social, Humanitarian & Cultural. Brawijaya Model United Nations 2016 merupakan MUN kedua kali bagi dirinya. Adey sudah mulai menguasai situasi dibanding Jakarta MUN sebelumnya. Sehingga ia dihadiahi dengan Honorable Mention.

Sejak bangku SMA, ketertarikan Adey pada Model United Nations sudah ada karena kakaknya menjadi delegasi Unpad untuk National MUN 2014 di New York. Namun karena kesibukannya ia tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang tersebut. Hingga kuliah, ia melihat ada kesempatan untuk menjadi salah satu delegasi Jakarta Model United Nations(MUN) 2016 by ISAFIS, perempuan yang hobi menulis ini langsung mendaftarkan diri dengan modal pede dan nekad. Adey setelah mengikuti seleksi yang panjang, ia lolos seleksi. Meskipun belum berhasil menjadi juara, dengan usaha yang keras untuk mengikuti pace debat dan diplomasi, ia diberi penghargaan Verbal Recommendation dari chairs dan Top 6 Delegates dalam commitee Social, Humanitarian & Cultural. Brawijaya Model United Nations 2016 merupakan MUN kedua kali bagi dirinya. Adey sudah mulai menguasai situasi dibanding Jakarta MUN sebelumnya. Sehingga ia dihadiahi dengan Honorable Mention.

Ikrarnya untuk bisa ke USA karena prestasi sendiri membuatnya senang bukan main saat lolos menjadi delegasi Harvard National MUN dari Unpad. Hal itu menjadi bukti bahwa setinggi apapun mimpi, pasti ada jalan dari semesta yang akan mengantarmu ke arah yang dituju.

Banyak manfaat yang Adey dapat saat menjadi delegasi Unpad for Harvard National MUN 2017 juga menciptakan keluarga baru baginya, 11 mahasiswa (9 delegasi dan 2 faculty advisors) yang rutin bertemu. Persistency and consistency, adalah dua hal yang aku pelajari selama kurang lebih tujuh bulan berlatih sebagai delegasi Unpad for Harvard National MUN 2017. Persistency atau kegigihan, consistency atau mempertahankan konsistensi.

Pentingnya Dorongan Orang Tua

Bunda dan abah adalah panggilan bagi orang tuanya. Mereka adalah dua sosok yang tidak pernah hentinya mendorong Adey untuk menjadi pribadi yang lebih baik, dan selalu mengingatkannya bahwa kemudahan dan kelancaran akan selalu menyertai apabila diiringi dengan keinginan yang besar. Mereka yang selalu mengingatkan untuk lebih bersantai dan jalani semuanya dengan serius, namun jangan lupa untuk hidup. Ditengah keluarga yang sangat suportif, mendukung keputusan apa pun yang ia ambil, tidak pernah memaksanya mengikuti kemauan orang tua, karena mereka meyakini Adey dengan tanggung jawabnya sendiri.

Pandangan Temannya terhadap Adey

Teman-temannya memandang Adey sebagai sosok yang pandai, ramah, cerdas, friendly, dan mudah berbaur dengan semua orang. Adey merupakan pribadi yang dihormati oleh orang lain. Ia dikenal sebagai orang yang aktif mengikuti berbagai organisasi. (Malinda)

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.