Dimatamu aku melihat lelah senja yang perlahan tenggelam, berusaha menutup pentas hari dengan tirai dan rinai yang sempurna.

Ada jengah dikerutan dahimu yang enggan menatap kenyataan bahwa kemarin tanganku belum cukup mampu menepiskan peluh yang menyemburat dari sudut matamu yang semakin meliuk sendu.

Sabarlah, penaku belum penuh bermandikan tinta emas. Entah kapan, perihal waktu,siapa yang tahu. Sementara gagasan kesederhanaan adalah topik yang tak kunjung usai kita telaah dan dongengkan.

Sabarlah, tanam ia dalam-dalam, kelak saat ia berbuah kita akan pastikan tak ada badai yang mampu merubuhkannya.

Like what you read? Give jazziray fryanda a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.