jazziray fryanda
Jul 26, 2017 · 1 min read

Dimatamu aku melihat lelah senja yang perlahan tenggelam, berusaha menutup pentas hari dengan tirai dan rinai yang sempurna.

Ada jengah dikerutan dahimu yang enggan menatap kenyataan bahwa kemarin tanganku belum cukup mampu menepiskan peluh yang menyemburat dari sudut matamu yang semakin meliuk sendu.

Sabarlah, penaku belum penuh bermandikan tinta emas. Entah kapan, perihal waktu,siapa yang tahu. Sementara gagasan kesederhanaan adalah topik yang tak kunjung usai kita telaah dan dongengkan.

Sabarlah, tanam ia dalam-dalam, kelak saat ia berbuah kita akan pastikan tak ada badai yang mampu merubuhkannya.

jazziray fryanda

Written by

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade