1 Bulan Makan Gratis Di Hotel — Binar Academy Batch #1 Kupang

Brian Juan
Sep 5, 2018 · 7 min read

Awal Cerita

NextDev On The Mission, samar — samar terlintas ingatan tentang nama ini. Asing ditelinga orang — orang disekitar membuat paman google menjadi alternatif pilihan. Tidak banyak info yang tersebar, yang pasti pelatihan selama satu bulan untuk membuat sebuah produk digital di sebuah hotel berbintang merupakan sebuah tawaran yang sangat menggiurkan bagi mahasiswa semester akhir seperti kami. Dan yang lebih membuat hati berbunga — bunga adalah GRATIS. Mungkin terdengar mustahil, namun ini adanya.

Seleksi pertama kami lewati dengan memasukan ide — ide yang terlintas di pikiran kami. Ide — ide yang memiliki dampak sosial yang nyata untuk kota kami, kota karang Kupang namanya.

31 Juli 2018 awal kami bertemu calon rumah kami, BINAR ACADEMY. Di awali dengan bertemu sosok di balik rumah ini, Alamanda Shantika. Jujur tidak banyak kesan yang kami tangkap dari sosok ini, kecuali “a tough woman and critical thinking skills” dan kepeduliannya terhadap orang lain. Namun satu yang membuat saya terkejut bahwa dalam membuat sebuah produk digital, tidak seperti yang saya bayangkan.

Ada yang disebut PM “Product Manager”, UI/UX “User Interface and User Experience”, Tim Develop yang terdiri dari Front End Back End dan QA “Quality Assurance”. Istilah — istilah aneh yang baru didengar dan sedikit dijelaskan oleh beberapa mentor.

Seketika proses seleksi BINAR ACADEMY dimulai, 2 jam untuk 10 soal adalah waktu yang sangat tidak masuk akal. Kami diseleksi berdasarkan 3 Peminatan yaitu PM, QA dan Tim Develop dalam hal ini WEB DEVELOP WD. Kami yang sebelumnya lulus sebagai tim dari seleksi oleh Telkomsel segera menentukan peminatan yang cocok, dan dengan sedikit berat hati saya memilih PM. Seperti namanya yang ada unsur — unsur manager, ini akan menjadi tanggung jawab yang berat untuk orang seperti saya yang sulit berbaur dan berkomunikasi apalagi harus mengambil keputusan yang melibatkan orang lain.

Singkat kata, waktu selesai dan tim saya gugur menyisahkan saya. Kaget? Iya! Bahkan sangat! Dari seluruh peserta yang lulus, hanya 30 orang terpilih yang kemudian akan mengikuti pelatihan ini dan God Shocked Me Again! Nama saya ada di depan layar besar, bingung terkejut bahkan ketakutan menghantui. Bagaimana saya dapat beradaptasi dengan 30 orang ini? Bagaimana jika saya nantinya hanya mengacaukan tim? Apakah saya harus mengambil tanggung jawab ini? Seketika saya tersadarkan “weh… salamat eee… mantap! Lu punk nama ada!” dalam aksen daerah saya beberapa teman memberikan ucapan selamat. Terbesit kecewa di wajah mereka karena bukan nama mereka namun ada kebahagiaan dan kebanggaan juga disana. Terlintas dalam otak “I did it to them” saya yang membuat mereka kecewa dan jika saya tidak mengambil kesempatan ini, itu akan lebih mengecewakan mereka.

Dan disinilah awal mula kami membangun keluarga baru, keluarga Batch #1 Kupang dalam rumah Binar Academy.

Kelas PM

Kami adalah kelas yang paling pertama mulai, pertemuan awal kami tidak langsung dijelaskan mengenai tugas dan tanggung jawab kami sebagai PM. Setelah perkenalan kami diberi sedikit informasi mengenai PM dan kemudian kami harus menjelaskan pandangan kami mengenai apa itu PM, Kriteria PM itu adalah sosok yang seperti apa dan bagaimana cara mengambil keputusan sebagai seorang PM. Kaka Ifun, pertama kali bertemu dengan mentor satu ini dan dilanjutkan dengan Kaka Puji. Di akhir kelas pertama, kami lanjutkan di pantai belakang hotel. Bercerita mengenai sejenjangan di Kupang dan bercanda gurau.

Kelas PM adalah kelas yang benar — benar “out of my expectation” materi — materi yang tidak pernah saya dengar menghiasi setiap pertemuan — pertemuan. Mencari dan melakukan seleksi masalah, menemukan akar masalah hingga akhirnya mendapatkan masalah utama lalu mencari solusi yang paling masuk akal dari masalah utama yang intinya adalah bagaimana kita menemukan solusi dengan meminimalisir usaha namun memiliki dampak yang cukup besar.

Satu hal yang paling membuat saya menikmati pembelajaran di Binar Academy adalah kenyamanan. Tidak seperti kelas di perkuliahan atau disekolah, kami diberi kebebasan untuk mengikuti kelas dimana saja yang penting masih dalam area hotel (supaya mudah di control).

Kekeluargaan dari setiap mentor dan kami pun sangat terasa. Walaupun waktu after class atau saat hari libur, kami tetap diberi keleluasaan untuk berkomunikasi dengan semua mentor dan mereka dengan senang hati akan membantu kami. Bahkan kami pernah juga mengunjungi penginapan para mentor untuk sekedar membantu kami dalam penyiapan product.

Kaka Puji as PM Mentor, terima kasih banyak untuk waktu dan ilmu yang begitu berharga. Kesempatan langka yang sudah kami dapatkan semoga dapat kami bagi untuk saudara — saudara kami nanti.

TEAM B

1 minggu pertama kami awali dengan pembelajaran disetiap bidang kerja. Kemudian kami dikumpulkan ke dalam tim terdiri atas 5 orang dan yang mengejutkan, kami terdiri dari 5 generasi berbeda dan tim kami adalah satu — satunya yang seluruhnya beranggotakan laki — laki.

Seperti yang sudah saya pelajari di kelas PM, awal pertemuan tim kami awali dengan pengumpulan masalah — masalah yang ada di Kota Kupang. Setelah pengumpulan masalah kemudian kami mengerucutkan masalah — masalah ini ke dalam sub sub masalah agar dapat memperoleh masalah utama. Setelah itu kami mulai mencoba merancangkan solusi — solusi dari masalah ini.

Dari sinilah, kami memutuskan untuk membuat sebuah product website dengan latar belakang masalah literasi di Kupang “baBagi Buku”.

baBagi Buku adalah media berbagi buku secara online dengan menjadikan setiap penggunanya sebagai perpustakan untuk pengguna lain di baBagi Buku sesuai dengan arti baBagi Buku dalam dialek Kupang “berbagi buku”. Dan kami tidak hanya berfokus untuk kemajuan literasi orang — orang di Kota Kupang yang mana dapat mengakses baBagi Buku, namun juga kami membangun rasa kepedulian terhadap orang — orang diluar sana yang tidak mampu untuk mengakses baBagi Buku dengan memberlakukan iuran pinjaman seharga 1 buah buku untuk setiap pengguna yang ingin mengaktifkan hak peminjaman mereka. Dari iuarn ini akan kami salurkan untuk kegiatan — kegiatan amal yang bertemakan literasi di daerah — daerah. ~ jang kas tenga buku ~

Singkat kata 29 Agustus 2018 H-2 sebelum showcase. Saya adalah orang yang waktu kecil teramat sangat introvert yang menyebabkan kemampuan berkomunikasi di depan umum saya sangat amat rendah. Ketakukan dan kegugupan yang saya alami meningkat dengan begitu sadisnya, bahkan saat mengetahui baBagi Buku mendapatkan kendala yang cukup krusial membuat saya semakin kalangkabut.

Saya ingat pesan dari Kaka Lutvi “Kepala Sekolah Binar” ketakutan dan kegugupan itu cuman ada di dalam otak! Memangnya apa yang kamu takutkan salah? Memangnya pernah ada yang marah saat kamu melakukan kesalahan di binar? Kesalahan bukan sebuah kegagalan, kesalahan adalah pembelajaran untuk kesuksesan.

Semua mentor bahkan kaka Tata sampai terheran — heran dengan wajah pucat saya yang tidak karuan. Kata beliau kami tidak pernah menuntut kalian, namun tekanan dan beban yang kalian alami itu merupakan bentuk rasa tanggung jawab yang kami terhadap 1 bulan pembelajaran ini. Bukan hasil yang kami nilai, tapi apa yang kalian dapatkan selama 1 bulan belajar di binar merupakan tanggung jawab bersama baik kalian sebagai siswa maupun kami sebagai mentor lah yang dinilai.

~The best part of the journey the journey it self. And the destiny is just a bonus~

MENTOR

Baik, Simple, Atraktif, Suka tertawa dan heboh sendiri, Korean dan Japanese lover, Penikmat buku “Kaka Puji” Mentor PM

Paling Lucu, “slengean”, pengertian, dewasa, pokoknya suka suka, gamer TEGAL “Kaka Tata” Mentor WD

Pendiam, Suara Kecil, Penyendiri, sosok misterius, tapi peduli, sepertinya seorang wibu yang lumayan introvert dan tidak mau bergabung dengan komunitas wibu kupang, seringkali blunder karena joke garing dan lain sebagainya “Kaka Kevan”

Terima kasih banyak untuk kesabaran membimbing dan menghadapi kami untuk 1 bulan ini.

~makasih banya untuk katong punk kebersamaan selama ini 1 bulan~

AKHIR KATA

Terima kasih banyak untuk Binar Academy Kaka Ala,Kaka Ifun, Kaka Lutvi, Kaka Hilmi, Kaka Puji, Kaka Tata, Kaka Kevan karena telah memberikan pembelajaran sangat berharga yang tidak pernah kami dapatkan di tempat lain. Kebersamaan kekeluargaan yang diajarkan akan kami teruskan, ilmu ini pun tak akan pernah kami nikmati untuk diri kami sendiri. Semoga kami dapat menjadi agen perubahan untuk Indonesia dan dunia suatu saat nanti.

Terima kasih untuk Telkomsel karena telah menjadi sponsor dalam kegiatan NextDev On The Mission yang telah mempertemukan kami dengan Binar dan orang — orang hebat di dalamnya.

Dan Terima kasih untuk Kaka Budi dari Astrindo yang menunjang kegiatan kami ini.

~katong hanya mau bilang terima kasih banya — banya untuk semua~

Di Binar kami diajari bagaimana untuk dapat menekan ego diri sendiri hingga titik terendah, bagaimana dapat berlaku adil tanpa harus mengorbankan satu sama lain. Persaudaraan tidak hanya sebatas hubungan darah!!!

~dalam binar katong kaluarga. katong basodara dalam binar~

BINARIAN BATCH #1 KUPANG — PM TEAM B

“Spirit of learning and collaboration.”

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade