Perjalanan ke Gunung Gede: Hari ke-1
Day 1

Aku sama sekali tak tau Gunung Gede itu seperti apa. Aku tak mencari gambar nya di internet. Aku mendapat ajakan, dan memutuskan untuk ikut, tanpa terlebih dahulu menelaah medan Gunung Gede. Rupanya di hari H, aku baru tau kalau naik Gunung Gede ternyata melalu tempat yang pernah ku kunjungi sebelumnya, Cibodas. Ya, tempat yang aku kunjungi bersama teman teman SMP dan SMA.
Di Cibodas kami mengurus perijinan dan segala macam nya. Ternyata Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sangat dikelola dengan ketat oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dilarang membawa sabun, shampo, odol dan bahan kimia yang bisa mencemarkan lingkungan. Harus menggunakan sepatu (standardisasi). Ada surat ijin masuk, yang harus menggunakan surat dokter, pokoknya ribet deh.
Setelah selesai mengurus surat, kami berangkat ke Gunung Putri. Sebuah tempat yang namanya “Gunung Putri” yang sepertinya tidak ada gunung di sana.
Ternyata oh ternyata, ada 2 jalur menuju puncak.
Di hari pertama kali belum berangkat, melainkan menginap di basecamp Abah Anwar namanya. Warung sederhana (sederhana, sederhana ya, bukan “sederhana”) yang memiliki tempat untuk tidur dan ruangan yang cukup untuk di sewakan bagi pendaki. Kami memutuskan untuk tidur di situ dan berangkat ke esokan harinya.
Ini asik, pikir ku. Menginap, di warung, layaknya backpacker sungguhan (tapi kami kesini dengan menyewa mobil hahaha)