Oh ! Ibe..
Anita K. Arum
11

Tulisan ini sudah lama, setahun lalu tepatnya. Tapi terima kasih, Nit, sudah merespon. Saat menulisnya, saya baru saja membaca cerpen Dorothy Parker yang berjudul Dering Telpon. Meski peralihan peristiwa cepat dengan konsep cerpen yang memaanfaatkan ruang dan tokoh yang sedikit, tapi ceritanya mengalir dan tenang.

Bagian apakah kagum atau cinta, perdebatannya bukan di sana. Waktu itu saya bahkan merasa bukan cinta dan bukan pula kagum. Itulah mengapa saya membuat latarnya mati lampu,

Dan yah, yang paling indah adalah menghadapi tebaran resiko.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Ibe S Palogai’s story.