12.43

via weheartit.com

Kembali terbayang,

pekat, utuh, ada.

Ada.

Sederhana.

Ia tak dapat digapai. Padahal dekat. Kamu dapat merasakan hangat napasnya, mendengar detak jantungnya.

Dengan diiringi lagu Why yang nadanya begitu aneh, menghipnotis, mengalun. Mengalir.

I may be mad / I may be blind / I may be viciously unkind

But I can still read what you’re thinking

And I’ve heard is said too many times / That you’d better off / Besides

Why can’t you see this boat is sinking

This boat is sinking this boat is sinking //

Tapi ia menolak untuk menjadi milikmu. Ia menggeliat dan terbang bebas.

Kemudian ia hanya menjadi sebuah puisi. Sebuah lagu.

Kamu menyenandungkannya selalu. Selalu. Dengan sisa dirimu yang ada.

[June 9, 2016]

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.