Ingenue : II

Tegap tubuhnya–tegak, tinggi, dan sintal. Cantik parasnya.

Matanya cokelat tua, hampir hitam. Menggoda. Dalam. Mengundang. Menawarkan begitu banyak pengetahuan dan misteri.

Namun ia terlihat lelah. Terlalu banyak membaca. Terlalu banyak tugas yang menumpuk. Siang ini, ia mendapat kesempatan untuk jalan-jalan, mengunjungi kampus temannya.

Langkahnya berhenti di depan sebuah fakultas.

Ia menatap lama plang dengan huruf-huruf berwarna silver, besar-besar tapi tetap terlihat sederhana : Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, mengilat ditimpa cahaya matahari yang begitu terik. Pipinya memerah dan telah bersimbah keringat.

Tatapan matanya menyiratkan begitu banyak mimpi yang telah redup dan mati. Dingin. Tepat di ujung jemari-jemari kakinya.

*

Ia beranjak pergi, tertawa mendengar lelucon yang dilontarkan temannya. Kakinya melangkah lebih jauh, jauh, jauh.

Ah, sudahlah.

[Dec 23, 2015]

Like what you read? Give Jessica Penny a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.