Short Review of “Antologi Rasa” by Ika Natassa

[July 10, 2013]

Menurut gue buku ini sangat urban, keren, dan… I don’t know, just simply cool. Line ceritanya nggak berlebihan–sebenarnya sangat simpel–tapi tangan Ika bisa mentransform kesederhanaan tersebut menjadi sesuatu yang magnificent. Entah kenapa, gue sangat suka buku ini. Ceritanya kira-kira begini : Harris Risjad yang mencintai Keara Tedjasukmana (walaupun Harris ini orangnya playboy abis!), Keara yang diam-diam menyimpan perasaan buat Ruly, dan Ruly yang udah lama menyukai Denise yang sebenarnya udah married.

Kerennya, gaya penulisannya enak dibaca walaupun Ika menulis dengan sudut pandang yang berbeda-beda. Ia melihat dari perspektif Harris, Keara, dan Ruly. Gue rasa Ika ingin para pembacanya mengetahui setiap kombinasi perasaan yang dialami tokoh-tokoh utama dalam buku tersebut.

Menurut saya menulis dengan gaya seperti itu (dengan perspektif macam-macam) itu tidak mudah. Gue sendiri ketika berusaha menulis dengan 2 sudut pandang tokoh yang berbeda aja udah susah banget. Itu artinya Ika harus menyelami perasaan (hingga yang terdalam) tiap tokoh-tokohnya (Harris, Keara, dan Ruly).

Dengan buku ini para pembaca bisa merasakan kegalauan Harris dan Ruly, perasaan-perasaan campur aduk yang dirasakan Keara, dsb (baca yaa bukunya).

I really recommend this book. Buku ini mengajarkan gue bahwa people’s feelings are so complicated, that when we have to respond them, it requires a big resolution. Jangan kira elo bertemu dengan berbagai macam orang mereka hepi-hepi aja atau sedih aja. They have more feelings than you know, and they’re complicated.

I hope this short review inspires you, like the way Ika Natassa has inspired me.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.