Tentang Rindu : II

via we heart it

Ada seseorang lain yang selalu ada di antara kamu dan dia.

Kamu tak akan bisa melihatnya.

Ataupun bertemu dengannya

Tidak, bahkan bersalaman pun tidak.

Ia terus ada, membara dalam hatimu, disadari atau tidak.

Selalu ada.

Di sana.

Di sini.

Seorang yang menemanimu malam-malam, ketika kamu menatap ke langit beludru yang kusam,

dan kamu memikirkannya.

Ia, sang kekasih jiwa.

Ia selalu ada, melekat, tidak pergi ketika ia meninggalkan kamu dengan luka menganga.

Entah kenapa dia selalu ada.

Si penyusup yang tak disadari

yang tak diundang, pun tak pergi-pergi.

Yang bisa membuatmu marah,

atau tersenyum merekah.

Namanya rindu.

Hanya rindu.

Dan kamu merasa bahwa ia jahat sekali.

Tapi mau gimana. Namanya rindu.

[April 21, 2015]

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.