Hidup dengan “Prosopagnosia” — Face Recognition Module not found

Jethro David
Dec 28, 2016 · 9 min read

Ini cuma illustrasi, wajah anda tidak seseram ilustrasi diatas.

Pernahkah anda berpas-pasan dengan teman di tempat umum seperti mall, kampus atau di tempat wisata tapi orang itu tidak menyapa anda terlebih dahulu?

Atau mungkin anda sudah menyapa duluan, tapi respon dari teman anda seperti melihat “orang asing”, atau mukanya mendadak serius, atau menjadi tak ramah. Jangan langsung menganggap teman anda sombong, mungkin teman anda memiliki “Prosopagnosia”.

Singkat kata Prosopagnosia merupakan sebuah kondisi dimana fungsi “Pengenalan wajah” pada otak seseorang tidak bekerja dengan baik. Penderita prosopagnosia akan sulit mengingat wajah orang, dan salah dalam mengenali wajah orang. Prosopagnosia bisa disebabkan oleh berbagai macam faktor, seperti keturunan, trauma otak (benturan di otak), atau berbagai faktor lainnya. 1 dari 50 penduduk USA menderita prosopagnosia. Sayangnya sampai saat ini belum ada obat untuk prosopagnosia, hanya ada “latihan” untuk penderita penyakit ini.

Info lebih lanjut mengenai prospagnosia dapat anda baca disini

Kenapa reaksi teman anda mendadak serius atau menjadi tak ramah ketika anda menyapa dia di ruang publik?

Inilah proses yang akan terjadi di otak penderita “prosopagnosia” ketika anda menyapa dia:

Keramaian = hal yang paling ditakutkan oleh penderita prosopagnosia karena disini dia akan dicap sombong.

  1. Panik: kami (penderita prosopagnosia) pasti sudah menyadari bahwa kami sering lupa mengingat wajah orang. Dan takut dicap “sombong” oleh teman, kenalan, keluarga atau rekan bisnis.
  2. Berpikir keras : kami akan berpikir keras mengingat-ngingat siapa anda dan pernah ketemuan dimana. Bisa saja wajah anda diingat saat itu juga. Bisa juga dia benar-benar lupa dengan anda.
  3. Mendadak tidak ramah: bisa jadi kami salah mengengal anda dengan orang lain. Bisa saja wajah anda mirip dengan wajah orang yg pernah mengganggu pacar.

Jadi mohon maklumi kekurangan kami. Jujur kami ingin balik menyapa ramah kepada anda, tapi tekanan di pikiran kami menyulitkan kami untuk mengenal anda.

Gimana cara penderita prosopagnosia mengenal orang?

Berikut cara kami mengenal orang, makin unik profil yg dimiliki seseorang makin mudah kami kenali.

  1. Tinggi badan & berat badan
  2. Tebal rambut( tebal, tipis, kriting, lurus, botak dll).
  3. Bentuk wajah(jika bentuk wajahnya sangat unik, seperti sangat lebar, lonjong, dagu runcing, dll).
  4. Mungkin bentuk mata hidung dan mulut (makin unik karakter anda makin mudah dikenali).
  5. Cara senyum, nada suara, cara jalan, cara berpakaian, hobi, dll.

Walaupun kami dapat membedakan si A dan si B. Mengingat percis tanpa lupa wajah orang sulit bagi kami. Bagi kami bertemu orang itu seperti mimpi habis ketemuan singkat. Langsung hilang gambaran wajah orang tersebut.

Apalagi kalo sudah lama tidak ketemuan, perawakannya, gaya rambut dan profil lainnya udah beda. Tidak mudah untuk mengenal orang tersebut.

Skor hasil test prosopopagnosia saya di website BBC

Hidup dengan “prosopagnosia”

Oke disini akan saya share pengalaman saya bagimana rasanya hidup dengan prosopagnosia dari kecil hingga detik ini. Postingan ini akan saya update secara berkala ketika saya mengingat dan mengalami kejadian yang terjadi karena penyakit ini.

Bagi kawan-kawan senasip. Anda dapat share pengalaman anda dikomen dibawah. Ok let’s get started…

Masa kecil — Hampir pulang dengan orang asing

Waktu saya kecil kira-kira kelas 2/3 SD, saya pergi ke toko kaset musik bersama sodara saya Fitri Lasabuda (usianya saat itu kira-kira 20an tahun).

Saat mau pulang saya pegangan tangan dengan kak fitri yang mau pulang dari toko tersebut. Mendadak genggaman dilepas. Pas dilihat wajahnya, ternyata model rambutnya tidak seperti model rambut kak Fitri.

Untung saja kejadian tersebut di kota kecil dan belum banyak kasus penculikan.

Waktu Ospek SMA — Diwajibkan menghapal nama 312(kira2) teman seangkatan dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Ok gambar diatas merupakan SMA kebanggaan saya. Banyak pengalaman yang berharga disini. SMA saya merupakan sekolah berasrama dengan metode pendidikan semi militer, dan ospeknya berbeda dengan SMA lain. Ospeknya berlangsung selama 3 bulan tidak ada komunikasi ke luar selama ospek (no internet no phone call) seingat saya hanya ada wartel sebagai media untuk komunikasi ke dunia luar. But trust me it was a good process…(promosi dikit hehe..)

Sesuai judul kita harus mengenal seluruh teman seangkatan wajah + nama dan asal. Jika tidak anda dianggap apatis. (Dalam proses teman 1 asrama aja belum bisa ingat semua) gimana mau 312 orang. Ada kejadian dimana saya dibentak2 senior sampe nangis gara2 gak ingat nama teman sekelas (bang Adrian/Andrian udah gak dendam bang thx dah mewarnai ospek SMA saya).

Tapi untung karena kami hidup dalam asrama bersama, saya dapat mengenal keunikan masing2 teman. Saat naik kelas 2, saya sudah dapat mengenal semua wajah teman seangkatan.

Masa Kuliah — disapa ramah oleh “mahasiswa asing” di depan ATM IT Telkom

Ini saya sudah lupa kejadian sebelumnya, abis kuliah, atau abis narik duit, ato pas lagi ngumpul ama teman2 sebelum jalan2.

Pokoknya pas di depan ATM IT Telkom, ada mahasiswa yang ngajak ngobrol dengan wajah ramah. Saya kaget dan jujur saya lupa siapa itu, kawan waktu semester pendek kah? kawan kuliah mata kuliah ProbSat kah? ato kawan kepanitian natal? kawan PMI?. Saya langsung cabut menghindar (karena takut juga dihipnotisterus disuru ambil uang ATM sampe ludes). Untuk teman saya yang menyapa dan pas membaca ini, maaf bener2 wajah anda seperti orang asing.

Superpower Is Real - my friends have it

Inilah hal yang saya pikirkan ketika keliling kampus dengan teman yang supel namanya Barnabas(skalian promosi doi masih jomblo), hampir setiap orang yang lewat dia sapa namanya(kayak film death note). Bisa ya ada orang hafal wajah & nama orang sebanyak itu? I want that superpower…

Ada juga teman yang punya superpowe “fate”(ari,asep, sandika, sandy) tiap kali keluar sama pacar ke ciwalk lah, BIP, PVJ lah, ke lembang lah, selalu aja ketemu sama teman lainnya. Anehnya tiap kali saya pergi, gak pernah ketemu teman di tempat tersebut (adanya temannya si pacar), bisa aja aslinya ada teman saya disana. Cuma wajahnya gak dikenal -_-.

Funny thing — Salah manggil 3 orang sekaligus

Ini kejadian lucu. waktu pulang kampus dibonceng teman. Saya lihat sisi belakang 3 orang teman, dari ciri2 belakang saya yakin 3 orang itu saya kenal, dari rambut, cara jalan, warna kulit, dan mereka ber3 sering jalan barengan.

Langsung lah saya teriak panggil. Namanya masing2 pas mereka bertiga menoleh. Lho kok.. kokk.. dan kok…

Semua langsung ketawa. Mereka bertiga dan teman2 di perjalanan. Yahh.. what’s done is done lah…

Salah orang lagi — adik tingkat dikira pengganggu pacar

Ok singkat cerita habis ibadah(kalo gak salah ibadah mahasiswa katolik di bandung). Mendadak saya disamperin orang yg pernah ganggu pacar saya dengan wajah ramah.

Saya langsung cuek. Eh… ini orang telaten banget ramahnya. Setelah saya dengar baik2 oh ternyata. Dia itu adik tingkat saya waktu SMA sekarang dah kuliah di ITB, tambah jago nyanyi (emang dari dulu jago nyanyi sih).

Sori dek dengan respon saya. Tapi wajahmu memang sangat mirip dengan orang yg gangguin pacar saya waktu itu.

Balik ke manado — pas2an sama teman SD di mall, baru tahu pas baca chat di rumah

Kayaknya semua kejadian di Manado yang bisa saya ingat cuma kejadian tahun ini saja yg bisa saya ingat.

Kalo anda membaca ini. Maaf memang saya sudah 7 tahun lebih tidak di Manado. Saya lupa dengan wajah anda please profil picture anda di FB taru wajah asli. Jangan foto tinkerbell. Biar bisa bantu2 saya ingat .

Kejadian di kantor — Disamperin teman satu komunitas dikira teman gereja-nya kakak.

Ok ini di Eabsen Lt.1 pintu depan kami kaca jadi kalo ada orang datang parkir di dipan pasi kelihatan.

Nah waktu itu ada orang bawa moge, parkir di depan. Lepas helm, lihat wajahnya pikir2 kok familiar ya? Tapi siapa ya lupa? Mungkin teman gerejanya kakak saya (karena sering datang pas jam2 begini).

Pas masuk eh ternyata Charlie dari kawanua360 (bantu promosi hehe...) kirain teman gerejanya kakak. Sori Charlie gak nyangka Charlie datang diluar pertemuan startup.

Waktu maintenens aplikasi — Digodain pegawai Garuda Indonesia

Cuma ilustrasi. Yang godain lebih cakep dari foto lho

Nah ini waktu maintenens program antrian Garuda Indonesia kcp manado. Waktu di TKP saya agak panik. Karena softwarenya beres tapi ada masalah dikit di hardwarenya. Gak tahu juga masalah hardwarenya dimana.

Dalam proses kepanikan ada bayang2 dimata di muka meja ticketing ada pegawai GI cakep senyam senyum ke saya.

Dalam hati. Waduh lagi panik, ada cewek cakep senyam-senyum kesini lagi. Ini senyum ke satpamnya apa senyum ke saya ya? Bikin gagal fokus aja.

Oke fix hardwarenya rusak perlu bawa pulang untuk diperbaiki. Sebelum balik, saya check di komputer ticketing apakah no antrian tersebut bisa dipanggil saya samperin komputer cewek yang senyam senyum tadi. Bukan modus ya tapi memang disitu langsung kosong.

Lagi fokus di cek bisa jalan apa gak. Ceweknya bersuara “Ini perlu iinstall nda?”. Saya jawab dengan unfriendly “gak lah”. (dalam hati. Plis gua perlu fokus jangan sok kenal lah).

Tiba tiba dia bersuara “Jet ini kita ***** nn p tamang SD (Jet ini aku ***** teman SDmu) udah lupa?“. Sori saya memang lupa sori juga ga sempat ikut reuni SD.

Langsung wajah unfriendly saya berubah jadi ramah langsung lah tanya “dah nikah belum? Minta no hp”. Sori banget memang waktu itu stress dikit ada unexpected problem. Wajah cakepmu bisa bantuin ngilangin fokus saya. Hehe…

Hari pernikahan kakak — Ibu kandung saya panggil “Tante”

Ibu saya dikiri. Ibu kakak ipar saya kanan

Ok ini kejadian sebelum penjemputan mempelai pria ke mempelai wanita di Hotel. Nah kan ibu2 dari subuh udah di hotel untuk make up. Para bapak2 gak perlu make up jadi nyusul aja sebentar.

Nah di hotel saya sudah naik ke lantai dimana kamar keluarga pihak laki2 dan perempuan. Nah pas sampai di lantai tersebut saya lupa tanya ke resepsionos. Kamar pengantin laki2 di mana. Panik lah. Mau tanya lagi dibawah mesti turun naik lift Balik lagi.

Mendadak di blakang muncul tante. Saya langsung tanya dengan nada halus. “Tante kamarnya Satriyo dimana ya?”

Pas tante ngomong kaget… eh kok yang keluar suaranya mama ya?

Oh ternyata mama. Make-upnya beda banget sampe aku kira tante (soalnya ciri2 unik tante yg saya tahu memang seperti di foto) kalo ibu biasanya gaya rambutnyua ga seperti itu.

Kejadian barusan — abis jalan2 di mall pulang ke rumah dibilangin keluarga “si A lihat kamu” “kamu gak lihat si A?”

Ok ini kejadian masih fresh. Waktu itu saya jalan2 di mall sini. Tgl 26 desember mallnya penuh banget. nah waktu duduk2 nunggu film di bioskop lihat kakak sama istri (ciee pengantin baru) langsung manggil (akhirnya bisa manggil orang di tempat keramaian).

Pulang ke rumah, dibilangin sama keluarga. Eh si A lihat kamu lho. Si A sapa ya? Dah lupa… itu lho yang nyanyi pas acara pernikahan…

Serius dah lupa… facenya gimana… cuma liat 1 atau 2 kali di acara pernikahan gak ingat. Yang lihat saya di mall Maaf banget sulit buat ngingat kamu T_T. Gimana saya bisa bedain dandan pas acara pernikahan sama dandan pas jalan2 di Mall?.

Mungkin kalo dandan dan pakaianmu = pas acara pernikahan bisa saya kenal. Maaf ya. ☺

Sekian curcol dari saya salah satu dari para penderita prosopagnosia. Kalo anda sempat baca. Dan punya teman yang anda kira sombong, bisa dishare artikelnya. Apa cuma gua orang Indonesia yang ngalamin ini? Cek2 di blog kompasiana cuma ada pengalaman orang. Kalo anda punya pengalaman yg sama, silahkan comment dibawah pengalaman anda. Kalau identitas anda tidak mau disebutkan disini silahkan PM saya nanti saya samarkan

Agenda selanjutnya bakal saya share di kaskus, kalo ada teman kaskuser silahkan share tulisan saya ini. For our friends who have same problem you’re not alone… Brad Pitt ada kena ini hehe…

Jethro David

Written by

INTJ... I have a lot idea in my mind. In progress to make it happen. learning the hard skill to make best concept of it, and soft skill to present it well

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade