(OCRP) Jorieya Jimbo’s Bio

“Don’t ever try to call me ‘Jim-chan’ or…” (backsound : SMACK! BOOM! BOOM! POW! *not affiliated with Black Eyed Peas’s Boom Boom Pow, ‘k?*))

Profile 👤

Name : Jorieya Jimbo (神保助理恵矢, Jimbo Jorieya)
Nickname : Jim (ジム), Jo (ジョ), Jorie (ジョリエ), Jimmby (ジムービー).
Birthplace : Tokyo, Japan.
Birthdate : August 28, 1999.
Nationality : Japanese
Hometown : Tokyo.
Blood Type : 🅱 (B+).
Face Claim : Asaka.


Name Meaning 💮

Jo (助) = “help, assist, rescue”
Ri (理) = “arrangement, justice, logic”
E (恵) = “blessing, favour, grace, kindness”
Ya (矢) = “arrow, dart
“ the dart who going to help the world with justice and blessing.” (source : behindthename.com)


Physical Traits 🏃

Jim memiliki postur tubuh dengan tinggi sedang (tidak terlalu pendek, juga tidak terlalu tinggi.) berkisar 153cm dan cukup ramping, meskipun dirinya dikategorikan sebagai manusia “gembul”.

Ia juga memiliki surai berwarna hitam sempurna dan juga bulu mata yang sepadu dengan warna surainya tersebut. Bibirnya yang tipis dan juga jaw line yang cukup tajam, membuat tampilannya terlihat jutek dan arogan.

Ditambah lagi, gayanya dalam berpakaian dan juga gaya pada potongan rambutnya. Ia lebih dominan memakai baju kaus, celana jeans, dan jaket, jauh dari kata feminim dan dikategorikan sebagai gadis dengan gaya berpakaian seperti lelaki atau boyish. Namun tak jarang pula ia menggunakan rok (pemberian sang ibunda). Gaya rambutnya yang dipotong cepak, menjadikannya terlihat lebih boyish lagi. Maka tak jarang orang-orang menyangka kalau ia adalah anak laki-laki.


Personality 💛

Selain karena gayanya dalam berpakaian dan juga potongan rambutnya, hal ini pula lah yang menyebabkan gadis ini disangka sebagai seorang laki-laki. Ia senang menjahili temannya dan tak jarang pula bertindak kasar, yang ia dapatkan ketika ia bergabung dan bergaul dengan ‘preman’ semasa ia bersekolah disekolahnya yang lama dan juga karena ajaran sang ayah yang tergolong keras dan tegas. Namun disisi lain, ia memiliki sifat yang hangat dan juga memiliki naluri untuk melindungi orang-orang yang berada disekitarnya, termasuk teman-temannya tersebut, meskipun tak terpancarkan secara langsung ketika kau melihat dirinya untuk pertama kalinya. ©2016 Yaji All Rights Reserved.

Tak jarang pula ia mengeluarkan kata-kata kasar, terlebih lagi apabila emosinya memuncak. Bukan hanya perkataan, sebuah pukulan pun tak segan ia layangkan. Namun, ia tak akan pernah melakukan kekerasan fisik kepada teman perempuannya, karena ia tahu mereka lemah (meskipun dirinya juga termasuk kaum wanita, tetapi ia yakin kalau kekuatan yang ia miliki jauh lebih kuat dibandingkan mereka). Dan juga karena ayahnya yang selalu mengajarkan dirinya untuk tidak berprilaku kasar kepada kaum wanita, baik itu orang yang lebih tua, anak kecil, maupun teman sebaya. (Kalau perkataan kasar sih sepertinya.. susah untuk “dijamin”).

Selain itu, ia memiliki selera humor yang (cukup) baik, mudah bersosialisasi dengan lingkungan baru (secara bertahap) dan mudah tersenyum. Semua ia dapatkan dari sang ibunda yang senantiasa menanamkan dan mengajarkan anak gadisnya tersebut untuk memiliki kepribadian yang baik (ya.. meskipun pada akhirnya sifat kasarnya lebih dominan, daripada sifat-sifat yang baru saja dijabarkan tadi.). Oh, ya.. ia cenderung kaku, apalagi ketika bertemu orang baru atau bertemu orang yang tidak begitu ia kenal, meskipun ia dikategorikan sebagai orang yang mudah bersosialisasi.


Ability and Weakness ❌✅

✅ Mudah bersosialisasi.
❎ Terlalu berisik.
✅ Mudah tersenyum
❎ Mudah marah, pula. 
✅ Punya keahlian memasak. Sebagai seorang gadis yang tinggal bersama kedua ‘lelaki’, ia dituntut untuk bisa memasak, agar ia dapat memberi sesuap nasi bagi kedua anggota keluarganya tersebut.
❎ Rakus dan selfish, terutama dalam hal makanan. (…)
✅ Cukup kreatif
❎ Terkadang melepaskan pertanggung jawabannya dan menyerahkannya kepada pihak yang… lebih terampil darinya.
✅Jika ia sedang serius, maka ia akan mencoba untuk mengerjakannya semampu mungkin.
❎ Meskipun ia mudah bersosialisasi, namun... ia cenderung kaku. 
✅Memiliki kekuatan tubuh yang cukup baik.
❎ Malas mengolah kebugaran tubuhnya (olahraga).
✅ Memiliki jiwa petualang yang cukup tinggi. Ia senang menjelajah tempat-tempat baru, yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya. 
❎ Mudah lupa jalan. Tak jarang, ia sering tersasar ke tempat antah-berantah.
✅ Mempunyai kemampuan untuk mengurus anak kecil, atau binatang peliharaan. Karena sejak ia beranjak remaja, ia diharuskan mengurus dan menjaga adiknya sendiri. Tanpa bantuan sang ibunda.


Trivia 📜

🔹 Perempuan berparas laki-laki. (...)
🔹 Kasar dan kurang beretika. Namun, itu semua tidak akan tampak secara langsung, kecuali kalau ia sudah merasa “cukup” dekat dengan orang tersebut. Ia tak akan segan untuk.. ya. (…)
🔹 (pernah) menjadi ’preman’ sekolah, namun tidak bertahan lama. Karena ayahnya langsung memindahkan Jim ke sekolah lain, yakni sekolah Teiko.
🔹 Kaku, apalagi jika ia bertemu orang baru atau sedang bersama orang yang tidak begitu ia kenal.
🔹 Gemar cursing.
🔹 Menyayangi adiknya. Amat. Sangat. Dan juga, protektif.
🔹 (Terlalu) menyukai makanan. Hingga dicap sebagai ‘Mahluk Gembul’ oleh sang ayah. (…)
🔹 Pemalas. Namun akan menjadi seseorang yang paling bersemangat apabila hal tersebut berkaitan dengan hal-hal yang ia gemari.
🔹 Sama halnya seperti anak muda zaman sekarang, ia gemar.. selfie. (....)
🔹(mungkin..?) Big brother-material.
🔹 Semua media sosial yang ia pakai (Twitter, Instagram, LINE), menggunakan nama pengguna : @jimbojorieya.
🔹Mempunyai kebiasaan.. entahlah. Buruk atau baik? Yang jelas, ia punya kebiasaan mengusap kepala oranglain, terutama kepala teman-temannya, bahkan kepala sang ayah. (…)
🔹Jangan kaget jikalau kau sewaktu-waktu melihatnya berpenampilan layaknya seorang "gadis". Karena terkadang sang ibunda mengiriminya baju-baju feminim dan harus ia pakai, kalau mau hidup. (...) 
🔹 Menyukai berbagai jenis genre lagu. Namun, tidak bisa menyanyikannya. Ia lebih suka lipsync. (…)
🔹 Penggemar tokoh animasi Disney. Sejak kecil, ia menyukai James P. Sullivan atau Sulley (Monster Inc.) dan menyatakan bahwa dirinya adalah Sulley versi manusia, karena sama-sama kuat. 
🔹 Meskipun pernah bergabung dengan komplotan 'preman' sekolah, Jim belum pernah terseret masalah berat. Ia hanya sekedar merampas makanan milik temannya, dan yang paling berat adalah berkelahi dengan teman laki-lakinya.
🔹 Tidak menyukai honorifik ‘-chan’. Maka jangan sekali-kali memanggilnya dengan sebutan ‘Jim-chan’.


Background Story📗

“Waah, tuan Jimbo! Ini anakmu, ya? Laki-laki? Tampan sekali!”
“Dia perempuan.”
“……..”

Jimbo Jorieya atau Jim, seorang gadis yang genap berusia 16 tahun. Memiliki penampilan, sifat, dan juga nama yang "ambigu" (.. maksud ambigu disini adalah, tak jarang membuat orang bingung dengan gender yang ia miliki. Perempuan atau laki-laki? Simpulkan sendiri).

Bertempat tinggal di sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, namun tidak pula terlalu sederhana. Di kawasan Itabashi, Tokyo. Jim tinggal bersama sang ayah yang berkerja sebagai seorang dealer di sebuah showroom mobil ternama di Jepang, dan juga seorang adik laki-laki yang masih bersekolah di taman kanak-kanak. Tanpa kehadiaran sang ibunda. Karena alasan yang mungkin sudah menjadi hal yang biasa bagi sebagian orang, yakni perceraian. Sang ayah yang memenangkan hak asuh untuk kedua anaknya tersebut. Namun, komunikasi diantara mereka dengan sang ibunda pun tidak putus begitu saja. Terkadang Jim dan sang adik menelepon sang ibunda, begitu pun sebaliknya.

“O-otousan.. bagaimana dengan Jirouta? 
“Tidak perlu khawatir. Aku akan menjaga dan mengurusnya sendiri.”
“Tapi.. O-otou-“
“Belajar yang benar, bodoh! Awas saja kau bergabung dengan preman-preman tidak beretika itu lagi. Kau akan kujadikan babi guling.”
“……. w-wakarimashita.”

Berkat pembelajaran dan lingkungan yang tergolong keras dan tegas yang ia dapatkan dari sang ayah, membuat Jim menjadi seorang gadis dengan kekuatan, sifat, dan juga prilaku seperti seorang anak laki-laki. Ditambah lagi tanpa kehadiran sesosok ibunda disampingnya, etika sebagai seorang gadis pun tak diindahkan olehnya, terlebih lagi kedua anggota keluarga dirumahnya pun berjenis kelamin laki-laki. Hancurlah, sudah. Tidak, sih. Tidak seutuhnya. Terkadang kau akan menemukan waktu dimana ia ingin memiliki barang-barang lucu, memakan makanan manis, menonton drama televisi berbau romansa, bahkan berdandan seperti seorang gadis pada umumnya. (Dia juga seorang perempuan, tahu.) Meskipun kemungkinan besar tidak akan ia lakukan untuk siapapun, kecuali untuk dirinya sendiri. Terutama, ketika ia rindu akan kehadiran sang Ibunda disampingnya.

"Otousan, tapi- sekolah ini 'kan khusus untuk mereka yang mempunyai bakat dalam basket, sedangkan aku.. aku tidak bisa apa-apa.."
"Siapa bilang? Kurasa tidak begitu. Maka dari itu, kau harus belajar basket disini. Staminamu pun cukup bagus. Untuk apa kau miliki bila kau tak ingin mengolahnya?"
"..... tapi.. aku.."
"Sudah. Jalani saja terlebih dahulu. Kalau kau memang merasa tak cocok, kembalilah ke rumah."
"Rumah akan selalu terbuka untukmu, nak."
"... o-otousan.."

Karena masalah yang ia timbulkan ketika bersekolah disekolahnya yang lama, Jim dipindahkan ke sekolah berasrama yang kini namanya sedang melejit di seantero Jepang, yakni Teiko Highschool (帝光学園高校). Meskipun Jim tidak yakin dengan pilihan sang ayahanda, namun mau tidak mau ia harus menuruti kehendak sang ayah, atau ia tidak akan disekolahkan. Terlebih lagi, sekolah pilihan sang ayah merupakan sekolah favorit yang terkenal akan murid-muridnya yang mahir dan bertalenta dalam bidang olahraga basket.

"Uh.. b-bagaimana ini.."
"Aku bahkan tidak tahu apa-apa mengenai basket.."
"Semoga orang-orang disana dapat membantuku, nanti.."
"Kami-sama, onegai.."
"Okaasan, doakan aku, ya.."

Jim pun memulai petualangannya sebagai seorang murid baru di sekolah Teiko. Akankah berjalan dengan semestinya? Atau malah sebaliknya? Entahlah.. lihat saja, nanti.


Jimbo’s Family Tree + Relation 👪

👨 Jinnosuke Jimbo (神保 仁之助, Jimbo Jinnosuke) : Father

Sesosok ayah yang sangat tegas, keras, namun juga amat penyayang. Beliau tak segan untuk melakukan (sedikit) kekerasan fisik maupun non-fisik kepada kedua anaknya, namun beliau juga tak segan untuk memberikan kasih sayang kepada mereka. Ya meskipun.. beliau masih canggung untuk menunjukannya. Untuk memeluk kedua anaknya saja, memerlukan waktu yang lama dan terasa.. aneh. Selera humornya tidak begitu buruk, normal. Beliau tertawa jika ingin, diam jika ingin.

Masalah perceraiannya dengan sang istri dimulai ketika mereka mulai merasa sudah saling tidak cocok dan sering terjadi pertikaian diantara mereka. Hak asuh pun jatuh ke tangan beliau, sepenuhnya. Meskipun rumah tangganya retak, namun beliau tidak melepas tanggung jawabnya begitu saja dan menjadi seorang single parent yang amat sangat menyayangi kedua anaknya. (Meskipun beliau sering menghukum kedua anaknya dengan kekerasan.. (...))

👶 Jirouta Jimbo (神保冶郎太, Jimbo Jirouta) : Younger brother

Adik laki-laki Jim yang usianya baru 4 tahun, dan masih bersekolah di Taman Kanak-kanak. Sejak usianya masih 2 tahun, ia diurus dan diasuh oleh sang kakak. Jirou (masih) sangat polos, manja, namun menggemaskan. Ia mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi dan tak segan untuk bertanya pada orang-orang disekitarnya. Namun… tak jarang pula ia menangis, terlebih lagi jika ia dijahili oleh teman-teman sebayanya. Maka dari itu, Jim sangat protektif terhadap adiknya.

👩 Mariya Mifune/Jimbo (神保・三船 麻理矢, Jimbo/Mifune Mariya) : Mother

Seorang ibu yang super sibuk dengan pekerjaannya sebagai seorang model dan pemilik brand fesyen khusus untuk wanita di Jepang. Terkadang ia berkelana keluar negeri, hingga sulit untuk dihubungi. Karena pekerjaannya lah, beliau harus bercerai dengan sang suami. Beruntung, beliau masih diizinkan untuk menghubungi kedua anaknya tersebut.

Ketika beliau memiliki waktu senggang, beliau tak segan untuk membawakan Jim pakaian-pakaian.. feminim yang jumlahnya tak sedikit. Maka jangan heran, jikalau Jim terlihat menggunakan pakaian-pakaian dan berdandan "manis" seperti gadis pada umumnya, karena beliau mengancam tidak akan menghubunginya lagi jikalau Jim tidak memakai pakaian yang beliau berikan untuknya. (....)

👦 Eizo Narazaki (楢﨑栄蔵, Narazaki Eizo) : Jim’s Old Friend.

Eizo merupakan teman masa kecil Jim. Dahulu, mereka bersekolah ditaman kanak-kanak dan sekolah dasar yang sama, jarak rumah Jim dengan jarak rumahnya pun tidak begitu jauh. Maka dari itu, mereka sering bermain bersama. Meskipun tak jarang pula mereka berkelahi. Akankah pertemanan mereka kembali seperti semula, setelah sekian lama tidak bertemu? Entahlah, mungkin Jim akan terbawa 'nista’, ketika bertemu lagi dengannya.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.