Memed Jaki Ruhimat
Sep 3, 2018 · 2 min read

3 September 2018,
Ini adalah hari ketiga di hari-hari saya sebagai pengangguran setelah hancurnya tempat kerja saya yaitu Hotel Ombak Paradise Gili Air. Yang tepatnya berlokasi di kepulauan jajaran 3 Gili Kabupaten Lombok Utara.

Hotel tersebut diguncang gempa 7.0 Skala Ritcher pada 5 Agustus 2018, hari itu adalah hari yang tidak akan kami lupakan seumur hidup.

Kala malam yang penuh canda tawa ceria itu, disaat tamu-tamu sedang melakukan acara makan malam BBQ, sekitar pukul 19.40 WITA, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh dan tanah pun bergetar. Bumi Lombok berguncang hebat, meja buffet dan panggangannya seketika langsung terjatuh berantakan, tamu-tamu di pantai semua tiarap di tanah dalam keadaan panik. Piring makan dan gelas dari meja mereka berlompatan terlempar dari meja masing-masing karena dahsyatnya goncangan tersebut.

Keadaan jauh lebih parah di dalam, orang-orang berlarian keluar dari dalam ruangan.

Lobby kami seketika hancur lebur, pemandangan di dalam ruangan sungguh mengerikan, atap plafon berjatuhan, semua perabotan kami jatuh dan pecah tidak karuan. Kami melihat retakan mulai bermunculan di dinding kala bangunan itu terguncang, kami yang berada di dalam berusaha untuk keluar, hanya perasaan pasrah yang tergambar kala itu apakah kami dapat meloloskan diri.

Sesampainya di pantai kami melihat bangunan hotel kami bergoyang ke kanan kiri tidak karuan.

Seseorang berteriak, "gas!! Tabung gas lepas!!"

Astaga, karena paniknya pasti team kitchen tidak dapat mengingat lagi untuk mematikan gas karena semua terjadi begitu cepat.

Seorang team engineering kami segera berlari untuk menutup aliran gas, sungguh heroik beliau berlari menuju lokasi walau tanpa alat bantu dan pengamanan. Yang penting hotel dan penghuninya selamat dari ledakan.

Malam itu semua dirubung ketakutan, dan keadaan yang serba tidak pasti. Ditambah isu potensi tsunami, dan kondisi Gili Air yang tidak ada bukit, kami yang di pinggir pantai hanya bisa pasrahkan nasib kepada Yang Maha Kuasa.

Teman kami, sebut saja namanya Fr dan Rh, keduanya adalah pria gagah perkasa, tubuh besar dan tegap berotot, namun kali ini keduanya sedang berpelukan dan menangis ketakutan.

Semua orang ketakutan dan pasrah dalam kegelapan di malam yang panjang itu.

Ya, seketika gempa tejadi PLN segera memadamkan listrik di seluruh wilayah Lombok Utara hingga Lombok Barat.

Evakuasi baru dilaksanakan pada esok harinya.

(Bersambung)

Memed Jaki Ruhimat

Written by

Seorang netizen, penulis, digital content creator, blog photographer. Owner of Griyalanang.