Shot by Goran Ivos

Dendam Menarik Pelatuk

Dar! 
Di dekat jantungmu
Dar! 
Tanpa aba-aba
Dar!
Beraninya kau
Dar!
Katakan sesuatu

Membosankan
Dulu mulutmu berkebun bunga
Mengapa diam
Hujan peluru tumbuhkan mawar
merah darah
pekat warna merusuh rasa
Berteriaklah!
Itu alasanku menghujam dendam

Mengendap
Sedalam malu ku pada tingkah ku
Sakit mu
Merobek kulit dari dagingku
Membekas
Boleh ku tekan lebih dalam 
selongsongnya? 
Biar rindu berganti tentram

Tadinya
Aku ingin bersumpah dan meludah
berharap 5 milimeter perlahan jadi tetanus
Tapi apalah
tubuhmu penuh mawar merah
mulutmu juga
mati satu tumbuh seribu
bunga-bunga cantik
waktunya ku tanam kau
di kebun belakangku


Kamu baru membaca karya lanjutan dari lelehan emosi masa ababil.

“Soal Ditolak”

Seperti menarik pelatuk
setiap pilihan yang ku buat
Sedangkan kau
biarkan peluru itu mengendap
biar dalam biar sakit
kau tetap tutup mulut
biar waktu tunjukkan karat
dan ku harap kau mati
kena tetanus

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.