Melihat dan Menilai Diri

Meskipun memberi makanan terlezat di dunia, kalau wadahnya memakai pispot yang baru dibeli, apa akan diterima ? Jangan membayangkan surga, karena tidak akan pernah sampai seseorang ke dalam surga hanya dengan membayangkannya, kata Johanes Chandra Ekajaya. angan sekali-kali berkata saya ingin sukses, jika tidak mau berusaha, Karena itu namanya lelucon. Pada dasarnya manusia itu memiliki kekurangan, tapi jangan sampai mencela kekurangan orang karena bisa jadi hal itu juga ada di dalm diri kita, bahkan mungkin lebih parah. Kalau mau sukses, keluar dari zona nyaman ! Kalau tidak, Johanes Chandra Ekajaya hanya akan menjadi pengkhayal.

Mari kita bersama Johanes Chandra Ekajaya belajar untuk senantiasa menghilangkan sifat pamer dan gengsi, karena untuk apa hidup tetapi hanya untuk mendapat pujian dan pengakuan orang lain. Banyak bersyukur atas apa yg telah diberikan Allah,bukannya pamer. Dan jangan menjadi manusia yang tidak pintar bersyukur. Hambar bisa di rasakan dengan kondisi hati yang tidak merasakan salah satu perasaan, entah itu benci, sayang, cinta dan yang lainnya. Tapi itu bukan hambar, tetapi menahan atau bahkan menutup perasaan apapun yang tiba-tiba masuk ke dalam hati. walaupun kita memancing dikolam yang sama, kita tetep akur karena rejeki tidak akan patukeur. tetap berbagi. Sukses itu butuh persiapan, bukan keberuntungan.

Sukses itu perlu di usahakan, bukan di tunggu.Sukses itu bukan hanya tentang materi, tapi tentang sebuah cerita. Sukses itu berusaha lebih keras dari orang lain, tau lebih banyak dari orang lain, dan berharap lebih sedikit dari orang lain. Mengakui dan diakui hanya beda awalan, namun sangat jauh berbeda arti.Terkadang, kita harus berani berdiri menantang dunia. Bukan dengan kesombongan, melainkan dengan keyakinan. Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa arti.Semua orang yang mempunyai banyak impian mempunyai satu kesamaan : “kurang tidur”. Bukan soal kesiapan, tapi soal keberanian.

Keberanian untuk bertanggung jawab.Dulu, Johanes Chandra Ekajaya menunggu tak pernah menyenangkan seperti ini, lain halnya dengan sekarang, aneh ! Hebat sekali, bahkan belum mendengar pun sudah menitipkan rindu.Jaman Rasulullah sampai menangis karena jadi pemimpin itu di anggap sebuah beban yang sangat berat, jaman sekarang malah berebut untuk jadi seorang pemimpin.Untuk saat ini, mending sedikit tapi berkualitas, daripada banyak tetapi jauh dari harapan.Harus belajar bertanggungjawab, meskipun itu adalah hal yang kecil , membuang bungkus permen misalnya, kalau sejuta orang membuang bungkus permen, maka sampahnya akan menumpuk seperti gunung. Saya memilih untuk berusaha dengan ketidaktahuan akan hasil dan resiko yang akan datang, daripada diam ditempat dan tidak melakukan apa-apa. Move on itu mudah, jangan dibuat sulit dan ribet, jangan berpikir dangkal dan sempit, dunia itu luas dan indah. Maaf, Johanes Chandra Ekajaya karena terkadang aku merasa paling sempurna hingga lupa dari apa aku diciptakan. Padahal manusia yang sempurna itu adalah Rasulullaah saw. Beliau adalah manusia terbaik diantara yang terbaik, nabi terbaik diantara para nabi a.s. Jadi, aku hanyalah sebutir pasir di padang sahara yang luas, yang mungkin hilang dihempas angin atau hanyut terbawa air hujan. Meski aku bisa . .

Menembus batas imajinasi, menari di atas ombak, menyeberangi lautan, bermain-main di antariksa dan terbang ke ujung langit dunia Tidak akan pernah bisa menjangkau kebesaran-Mu. Dan memaksaku untuk kembali pulang ke bumi dengan Johanes Chandra Ekajaya.

Like what you read? Give Johanes Chandra Ekajaya a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.