Personal Legend: Sikap Adalah Otoritas

KITA senang dengan kata otoritas/kendali/kontrol, namun kita lupa kalau tanggung jawab dimulai dari lingkaran yang paling kecil, yaitu diri sendiri. Sayangnya yang justru sering terjadi adalah kita membiarkan lingkungan kita, keadaan kita, bahkan tindakan orang lain mengambil kendali atas hidup kita.

Bayangkan Anda sedang menyetir di jalan dengan sangat hati-hati dan kecepatan yang aman, namun di tengah antrian masuk tol, Anda diserebot dan mobil Anda terserempet. Atau sekenario lain, Anda sedang tenang-tenang saja, tiba-tiba ada yang memfitnah Anda. Biasanya yang kita lakukan adalah memaki, ngajak berantem, atau lebih ekstrim, menabrak ulang mobil tsb. Istilah kerennya, “my attitude depends how you treat me”. Padahal kalau tindakan Anda ditentukan dari perbuatan atau sikap orang lain, berarti Anda dengan sukarela memberikan orang lain kendali atas hidup Anda. Itu sebabnya kondisi saat kita marah besar disebut lepas kendali, karena kita tidak punya kendali atas tindakan kita.

Anda harus mengambil alih kendali atas hidup Anda dengan sikap yang benar, karena sikap Anda menentukan masa depan Anda. Sikap Anda menentukan Nilai yang Anda miliki. Sikap Anda yang menentukan ke mana Anda akan berada dan berapa lama Anda akan bertahan di sana. Attitude Anda yang menentukan Anda sukses atau gagal.

Sayangnya Attitude ini bukan topik favorit yang biasa diangkat di gereja. Mungkin sekali kita bertemu dengan orang-orang yang rajin berdoa, rajin melayani atau berkhotbah, namun tidak memiliki attitude yang benar. Padahal Attitude adalah inti dari seluruh ajaran para nabi, “Perlakukanlah orang lain seperti kalian ingin diperlakukan oleh mereka. Itulah inti hukum Musa dan ajaran nabi-nabi” (Matius 7:12).

Dengan kata lain, kunci dari seluruh hukum Musa dan ajaran para nabi adalah ATTITUDE. Kalau Anda heran kenapa orang lain tidak menghargai Anda, mungkin karena Anda tidak terbiasa menghargai orang lain. Kalau Anda ingin diperhatikan, maka mulailah memperhatikan orang lain. Jadi sebenarnya kitalah yang menentukan bagaimana orang lain akan bertindak kepada kita. Dengan kata lain sikap kita adalah kendali kita.

Kalau Anda ingin membangun sebuah lingkungan tempat kerja yang produktif, atau lingkungan pelayanan yang penuh sukacita, atau keluarga yang harmonis, yang perlu Anda lakukan adalah mulailah bersikap seperti Anda berada di surga.

Bayangkan ini, jika Anda tidak terbiasa untuk mengantri, tidak terbiasa untuk buang sampah pada tempatnya, suatu saat ketika Anda berada di surga, Anda akan membuat surga menjadi berantakan dan kotor. Ingat, apa yang Anda ‘lepas’ di bumi, itu juga yang Anda akan ‘lepas’ di surga. Demikian juga sebaliknya.

Kuncinya ada ditangan Anda. Anda memiliki otoritas yang luar biasa, bahkan untuk menjadikan dunia ini lebih baik. Masalahnya, apakah Anda mau atau tidak mengambil tanggung jawab tersebut.