ATHEIS, Terjebak Cinta dan Rapuhnya Pendirian
Atheis, sampai saya masuk kuliah, istilah itu hanya samar-samar dan seolah hanya sedikit orang yang mengaku dirinya seperti itu. Ketika masuk dunia kampus, ternyata banyak juga kelompok Atheis tersebut.
Sebenarnya saya cukup heran dengan adanya keberadaan kelompok itu, tetapi enggan berdebat lebih jauh karena rata-rata kelompok Atheis cukup keras kepala dengan pendiriannya dan ilmu agama saya sendiri pun mungkin tidak mampu untuk menghadapinya.
Ketika ada dua logika yang berseberangan dan keduanya merasa benar, maka tidak ada konklusi dari perdebatan atau hanya menghasilkan debat kusir saja.
Sayangnya, tokoh Hasan dalam novel Atheis karya Achdiat K. Mihardja yang mencoba menasehati temannya Rusli untuk keluar dari kelompok Atheis malah terbawa arus ke kelompok tersebut.

Satu faktor besar yang mempengaruhinya adalah Kartini, perempuan cantik yang disukai Hasan dan di tambah Anwar, teman Rusli yang juga Atheis dan punya argumen kuat terkait keputusannya menjadi seorang Atheis tersebut.
Sebenarnya, dalam novel karya Achdiat ini, Hasan digambarkan dari keluarga yang memiliki pemahaman agama yang sangat kuat.
Dalam perjalanan hidupnya sebelum bertemu Rusli, Hasan sebenarnya ingin menikah dengan Rukmini kekasihnya dulu. Sayangnya, Rukmini sudah dijodohkan oleh orang tuanya dengan seorang saudagar kaya di Jakarta.
Akhirnya, Hasan dan Rukmini terpaksa berpisah, kala itu disebut hati Hasan begitu hancur lebur.
Di tengah dirinya yang patah hati, Hasan justru memilih untuk memperkuat agamanya. Dia fokus beribadah bersama ayahnya.
Semua berubah ketika dirinya bertemu Rusli, Kartini, dan Anwar. Hasan yang sudah jatuh hati dengan Kartini pun akhirnya menikah, tetapi karena tidak disetujui oleh orang tua Hasan, mereka terpaksa menikah atas dasar suka sama suka atau tidak resmi.

Ayah Hasan yang benar-benar tidak setuju dengan pernikahan itu pun mengusir anaknya dari rumah.
Sesuatu yang tidak direstui memang benar tidak berakhir bahagia, hal itulah yang terjadi dengan pernikahan antara Hasan dengan Kartini. Gaya hidup Kartini yang terlalu bebas membuat Hasan kerap cemburu.
Bahkan, Hasan beberapa kali menuding Kartini selingkuh sehingga dia memukuli istri tidak sahnya tersebut. Sampai kesabarannya sudah habis, dia pun menceraikan Kartini dan kembali ke rumah.
Sayangnya, ketika sampai di Rumah, ayahnya yang sedang sakit keras tidak mau menerima anaknya kembali. Bahkan, sampai ayahnya meninggal pun tidak memberikan maaf kepada anaknya tersebut.
Hasan benar-benar menyesal dan kalut, dia akhirnya mencari Anwar, Hasan memiliki dendam dengan salah satu temannya itu. Pasalnya, Kartini, bekas istrinya, diduga selingkuh dengan Anwar.
Untuk itu, Hasan mencoba untuk membunuh Anwar, tetapi sayang, kala itu sedang diterapkan jam malam.
Hasan yang keluar saat jam malam terkena peluru tembakan dari para tim pengaman. Hasan pun tewas, tetapi saya tidak begitu tahu apakah kematian Hasan itu menjadi akhir cerita novel legendaris Atheis ini atau tidak.
Saya pikir alur cerita Atheis benar-benar drama klasik yang begitu nikmat merasakan proses alur ceritanya. Bahkan, ketika sudah tau akhirnya akan seperti apa, akan ada rasa penasaran bagaimana proses kisah drama itu berjalan.
