BUKU BERKAKI, Ketika Si Buku Jalan-jalan

Andai saja buku itu benar-benar punya kaki, pasti dia akan rela mendatangi seluruh masyarakat yang membutuhkan akses bahan bacaan, karena buku itu jendela dunia yang bisa menambah wawasan setiap insan.

Sayangnya, buku itu hanya sebuah benda mati yang pasif dan akan aktif bila manusia yang membacanya.

Namun, ternyata ada loh buku yang berkaki, yak, ternyata ada komunitas buku berkaki. Dari situs resminya, mereka menamakan diri Buku Berkaki yang disebut sebagai salah satu gerakan sosial.

“Diibaratkan kaki, berarti Buku Berkaki ini ada hubungan erat dengan jalan-jalan. Nah, jalan-jalan yang dilakukan Buku Berkaki itu dari panti asuhan ke panti asuhan lainnya, dan dari rumah singgah ke rumah singgah lainnya,” tulis dalam situs resmi Buku Kaki, bukuberkaki.org.

Lalu, siapa yang jalan-jalan dan berkaki itu? seperti yang tertulis di awal tulisan berbicara pengandaian buku punya kaki dan bisa berjalan, dari komunitas Buku Berkaki ini, yang berjalan ke panti asuhan dan rumah singgah adalah bahan bacaan yang bisa dinikmati gratis.

Memang akan seperti perpustakaan keliling, tetapi ada perbedaannya yakni, kalau perpustakaan keliling buku yang dipinjamkan sesuai ada anak atau pengunjung yang pinjam atau enggak, tetapi kalau di Buku Berkaki selain menyediakan bahan bacaan yang bisa dipinjam, mereka juga menge-drop beberapa bahan buku lainnya selama beberapa pekan.

Nantinya, setelah melewati beberapa pekan, buku yang disimpan di panti asuhan dan rumah singgah itu akan diambil dan ditukar dengan koleksi lainnya.

Buku Berkaki pun memutuskan untuk tidak memberikan buku, tetapi hanya sekedar meminjamkan agar anak-anak yang ada di panti asuhan dan rumah singgaj dapat melahap lebih banyak bahan bacaan.

“Selain itu, seperti nama gerakan ini [Buku Berkaki], buku-buku itu diibaratkan akan terus berjalan dari panti asuhan dan rumah singgah hingga semua anak bisa menikmatinya,” tulis dalam lama resminya.

Walaupun begitu, Buku Berkaki juga akan memberikan buku loh kepada anak yang berprestasi, itung-itung seperti hadiah buat sang bocah berprestasi.

Buku Makin Mahal

Buku Berkaki didirikan dengan landasan akses buku dari segi kemampuan membeli semakin tinggi harganya.

“Kami merasa untuk membeli buku kami sendiri saja sudah berasa mahal, apalagi buat anak-anak di panti asuhan. Nah, enggak ingin kan mereka jadi anak panti yang kurang informasi?” tulis dalam laman resmi Buku Berkaki.

Apalagi, saat ini orang akan berkarya lebih baik bila akses informasi terbuka dengan lebar.

Di sisi lain, tidak semua panti asuhan punya akses internet itu, untuk itu Buku Berkaki mengajak anak-anak panti asuhan untuk mulai menambah informasi lewat bahan bacaan.

Adapun, Buku Berkaki menyebarkan bahan bacaan kepada anak-anak panti asuhan dengan koleksi seperti novel, buku pelajaran, komik, atau majalah.

“Yang penting enggak mengandung SARA dan pornografi,” tulis keterangan dalam laman resminya.

Buku Berkaki pun sangat terbuka bagi siapapun yang ingin berkontribusi untuk memberikan bahan bacaan kepada anak-anak panti asuhan.

Misalnya, kalian ada yang mau menyumbang buku ke Buku Berkaki caranya tinggal kirimkan ke perpustakaan Buki di Museum Kebangkitan Nasional Jl. Abdul Rachman Saleh No 26, Senen, Jakarta Pusat 10410.

Jika takut paket buku tidak sampai, kalian pun bisa mengontak rekan pengurus Buku Berkaki. Mungkin kontaknya bisa ditemukan di situs resminya, bukuberkaki.org.

Lalu, bagi yang mau berkontribusi memberikan bahan bacaan kepada anak-anak di panti asuhan lewat Buku berkaki, tetapi tidak punya koleksi buku pun bisa dengan mengirimkan uang lewat rekening yang tertera dalam situs resminya.

Kalau yang enggak punya uang lebih maupun buku untuk didonasikan, kalian juga bisa berkontribusi dengan tenaga loh. Kalian bisa bergabung dengan Buku Berkaki ke pantis asuhan dan rumah singgah.

Nah, bagi yang suka dongeng dan anak-anak sangat pas sekali, jadi nanti kalian bisa main dengan anak-anak di sana, termasuk dongengin atau bacain buku cerita yang menarik.

Kalau enggak punya tenaga, kalian juga bisa berkontribusi dengan bantu menyebarkan informasi para Krucil, penggiat di Buku Berkaki lewat media sosial.

Komunitas Buku Berkaki ini benar-benar merealisasikan pengandaian terkait andai buku berkaki, pasti dia sudah menyebar ke seluruh masyarakat, termasuk anak-anak untuk memberikan informasi bak jendela dunia.