KOMUNITAS KOMIK BUNGKUL SURABAYA, Mencipta Karya Khas Indonesia
Komik, buku cerita bergambar yang menjadi bahan bacaan pertama waktu kecil dulu. Ingat sekali perjuangan saya menabung untuk bisa membeli setiap seri komik Dragon Ball biar bisa tau cerita lebih dulu sebelum tayang di televisi.
Namun, sejak kecil, saya hanya mengenal komik dari Jepang atau kerap disebut manga, sedangkan untuk komik barat seperti kisah super hero saya kurang menyukainya.
Ingat sekali, dulu harga komik itu cuma sekitar Rp2.000 per buku, tetapi sekarang sudah ada yang Rp30.000.

Berbicara komik, sebenarnya bukan hanya berbicara Jepang atau dunia barat. Komik karya kreator asli penduduk pribumi juga enggak kalah hebat, cuma ya kalah dari segi pemasarannya dibandingkan komik luar negeri sih.
Padahal komik negeri sendiri tidak kalah dari segi kualitas dan plot ceritanya. Ada karya Hasmi yang menciptakan Gundala, R.A Kosasih yang membuat komik Mahabarata dan Ramyana, hingga komik yang dibuat Hans Jaladara, Panji Tengkorak.
Komik-komik asli dalam negeri itu dibuat pada 1960-an dan kembali diterbitkan pada 1996. Namun, sayangnya setelah itu komik Indonesia seolah menjadi nomor dua di negeri sendiri.
Banjirnya impor komik Jepang dan barat menjadi salah satu penyebab. Sampai saat ini disebut ada lebih dari seribu judul komik Jepang yang beredar di seluruh Indonesia.
Namun, perkembangan teknologi dan media sosial membuat komik Indonesia mulai kembali dilirik.
Tak hanya itu, banyak pula komunnitas-komunitas komik Indonesia. Salah satunya, Komunitas Komik Bungkul Surabaya (KKBS).
Dalam salah satu sumber disebutkan komunitas ini berdiri sejak 2013. Adapun, kegiatan utama KKBS adalah mengumpulkan teman-teman dari Surabaya yang ingin membuat komik.
Nama Bungkul pun muncul karena mereka kerap berkumpuldi taman Bungkul.
Jadi, KKBS ini punya agenda rutin seperti kumpul dua kali dalam sebulan di Taman Bungkul. Di sana seluruh anggota komunitas saling berbagi pengetahuan tentang langkah-langkah membuat komik, serta perkembangan komik yang masing-masing tengah dibuat.
Rizal, salah satu co-founder, pun mengatakan sejak Maret 2017, komunitas itu tengah menyusun pelatihan membuat komik dengan bentuk forum. Saat ini, disebut ada sekitar 20 sampai 30 orang yang aktif dalam komunitas tersebut.
Lalu, visi dari komunitas ini pun antara lain menciptakan komik dengan karakter dan khas Indonesia. Hal yang dikaitkan antara komik dan Indonesia pun bisa berupa kebudayaan, tetenger kota, atau apapun yang menjadi khas sebuah daerah.
Dengan begitu, harapannya para pecinta komik bukan hanya bisa menikmati cerita, tetapi juga bangga menjadi bangsa Indonesia.
Salah satu komikus KKBS, Danar Dwi Putra mengatakan, komik karya KKBS itu tidak selalu bertema cinta dan petualangan, tetapi satu hal yang pasti yakni, selalu memasukkan unsur sejarah Indonesia, permainan tradisional, dan segala sesuatu yang berhubungan dengan budaya Nusantara.
Tak Hanya Surabaya
Meskipun nama komunitas ini ada unsur Surabaya, tetapi KKBS membuka peluang calon peserta di luar kota itu untuk bergabung.
Salah satu anggota KKBS, Dila, mengatakan, ada anggota komunitasnya yang paling jauh, yakni dari Jember. Adapun, dia mau bergabung karena punya akomodasi juga di Surabaya, jadi tidak ada masalah.

Selain bebas menerima anggota berasal dari manapun, KKBS juga tidak mempermasalahkan umum. Bahkan, salah satu anggotanya ada yang berumur 40 tahun.
Dalam halaman Facebooknya bernama @KomunitasKBS pun menyebutkan jika ingin menjadi anggota tinggal datang pada Minggu pertengahan dan akhir bulan. Pasalnya, komunitas ini selalu mengadakan pertemuan setiap dua kali sebulan dengan lokasi tetap yakni, Taman Bungkul.
Adapun, dalam keterangan di halaman Facebooknya itu disebutkan untuk lokasi pasti dan waktunya akan diumummkan tiga hari sebelum pertemuan.
Satu keterangan lagi, KKBS tidak membatasi usia, syarat utamanya adalah masih semangat untuk belajar saja.
