LUK COFFEE & BOOK, Menikmati Buku Sembari Menyeruput Kopi

Saya selalu membayangkan membaca buku di tengah pohon pinus atau pohon apapun yang rindang. Sambil ditiup angin sepoy-sepoy yang sejuk, sambil tiduran di atas hammock, begitu indah rasanya.

Namun, sejauh ini saya belum pernah membaca buku sesuai dengan imajinasi tersebut. Sempat terpikirkan ke sebuah hutan kota yang dibuat oleh pengembang properti besar untuk menikmati rindangnya pohon di sana sambil membaca buku.

Lagi-lagi sayangnya, rencana itu masih belum terealisasi, banyak saja hadangan dari hujan deras sampai panas terik.

Jadi, terpaksa selama ini saya membaca buku ketika waktu luang akhir pekan, atau di sela-sela naik kereta listrik saat pergi dan pulang kerja.

Meskipun, terkadang hal itu membuat saya tidak terlalu menikmati dan mendalami dari buku yang dibaca.

Dulu, saya sempat mengenyam pendidikan di daerah kota Kembang. Di sana ada beberapa cafe yang sekaligus juga tempat baca buku, selain itu ada juga memang perpustakaan independen yang tidak kaku seperti banyak bayangan orang.

Lagi-lagi sayangnya saya tidak terlalu memanfaatkan momentum selama tinggal di Kota Kembang untuk menikmati suasana membaca tersebut.

Sekarang saya sudah tidak berada di Kota Kembang, sehingga penasaran ada tidak tempat baca buku yang asik di wilayah sekitar, sayang hasilnya nihil.

Lirik-lirik, ada cukup banyak rekomendasi tempat baca buku di kawasan kota pelajar, Yogyakarta. Memang bukan di tengah kumpulan pepohonan seperti gambaran saya sih, tetapi menarik karena konsepnya menyediakan cafe dengan menyediakan buku-buku yang siap baca ditempat.

Sebenarnya, bukan hal yang terlalu unik karena sudah banyak Cafe serupa di beberapa kota lainnya, termasuk Jakarta. Namun, berhubung pikiran saya sudah mengarah ke liburan, jadi tidak ada salahnya main-main ke Yogyakarta sambil mampir ke cafe buku di sana, yang mungkin saja koleksinya berbeda dan menarik.

Salah satu sudut dari Luk Coffee & Book yang ada di Yogyakarta yang memberikan fasilitas tempat untuk membaca buku sambil mengopi, seperti namanya. (Sumber : Trivia)

Salah satu yang cukup menarik perhatian saya setelah menjelahah itu antara lain, Luk Coffee and Book. Dari Google menyebutkan alamat lengkapnya di Jl. Cendrawasih No358B, Condongcatur, Sleman, Yogyakarta, tetapi dalam beberapa ulasan alamat lengkapnya berada di Jl. Tantular (Pringwulung), Yogyakarta

Sudah cukup banyak juga yang memberikan ulasan terkait Luk Coffee & Book tersebut.

Salah satunya dari blog Travenita, yang mengungkapkan testimoninya.

Saya kira kamu akan suka sekali menghabiskan cukup banyak waktu di Luk Coffee and Book, letaknya yang sedikit jauh dari keramaian, memberikan suasana tenang. Interior yang terdapat di sana juga sangat mendukung untuk berlama-lama membaca. Lihat saja sofa nyaman berwarna merah dan meja kayu ini

Saya pun sedikit penasaran dengan koleksi detail buku dari Luk Coffee & Book ini dan menjelajahi mesin pencari. Beberapa pelanggan yang pernah ke sana mengungkapkan beberapa buku masih secara general.

Intinya, di sana banyak koleksi buku, yang beberapa menilai buku berat dengan bahasan agama, politik, dan beberapa novel.

Dari akun Instagram @lukcoffeeandbook , kafe yang disebut punya banyak koleksi buku itu buka sejak pukul 10 pagi sampai jam 1 malam. Bertempat dua lantai, kafe itu menawarkan fasilitas ruang merokok dan juga khusus bagi yang tidak merokok.

Salah satu bagian Luk Coffee & Book lainnya, kali ini dari sudut para barista kafe buku tersebut. (Sumber : Travenita)

Kepo dengan akun Instagramnya, ternyata di kafe itu juga sering ada acara-acara yang berkaitan dengan dunia buku juga.

Misalnya, seperti pada 21 Mei 2017 ada acara diskusi buku The Girl Who Saved The King Of Sweden, karya Jonas Jonasson. Acara yang tampaknya diadakan oleh klub buku Yogya itu juga mengingatkan dalam posternya untuk tidak lupa membawa buku yang nantinya bisa saling tukar-tukaran.

Sebelumnya, pada 12 Maret 2017 juga diadakan acara oleh klub buku Yogya dengan judul acara Yogya, Buku, dan Buldanul Khuri. Siapa Buldanul Khuri? dari poster acaranya sih disebut tokoh perbukuan, penerbitan, dan desain grafis Indonesia.

Bukan hanya acara tentang buku, Pada 12 April 2017, dalam rangka ulang tahun ketiga Luk Coffee & Book, mereka mengadakan acara Jarongan Karo Ngopi dengan tema Keris : Budaya Tradisi dan Pandangan Sains Modern.

Dalam acara itu pun turut mengundang Ki Empu Sungkowo Harumbrodjo yang merupakan salah satu pembuat keris. Wahyu Eko Purwanto, pemerhati budaya, dan Sidharta Haris Nagarjuna, akademisi.

Menarik ya, selain bisa kongkow-kongkow, juga bisa seharian menikmati buku, lalu suka ada acara-acara yang menarik.