Dimana Kamu Menyimpan Emas?

Amankan Emas Dari 2 Resiko Ini

Proses penyimpanan logam mulia memang agak tricky dibandingkan benda lain yang sama berharganya, misal sertifikat tanah. Pada umumnya, benda berharga tersebut disimpan pada tempat yang dirahasiakan dengan pola tertentu. Namun, saat menyimpan logam mulia, sebaiknya ada effort lebih yang diberikan agar mengurangi kekhawatiran, terutama karena faktor keamanannya.

Cara penyimpanan logam mulia baik dalam bentuk koin maupun batangan sangatlah penting, karena menjadi objek investasi retail/individual. Fokus pembahasan kali ini bukan pada cara menyimpan platinum dan palladium yang termasuk kategori logam mulia, tetapi tidak dimiliki secara pribadi. Jenis emas atau perak dalam bentuk perhiasan cenderung menjadi objek investasi pribadi, karena lebih mudah menyimpannya. Biasanya, emas atau perak terkumpul menjadi satu dalam kantong berisi sertifikat dan kuitansi beserta fisiknya. Emas yang disimpan perlu diamankan dari 2 hal, yaitu:

Keamanan Terhadap Resiko Kejahatan

Kesalahan umum masyarakat adalah menyimpan emas di lemari, khususnya di lemari bagian pakaian, dalam tumpukan pakaian, juga di laci-laci dalam lemari. Keadaan tidak menyenangkan yang hampir selalu terjadi adalah kriminal akan mengakses tempat ini untuk mencari barang berharga. Untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, hindari menyimpan di tempat ini. Pilih beberapa alternatif penyimpanan lainnya, seperti:

a. Safe Deposit Box (SDB)

Menyimpan di Safe Deposit Box (SDB) relatif aman, namun berbayar. Jika emas harus sering dimobilisasi (jual-beli) dan dalam jumlah sedikit (tidak sampai 25 gram), maka menyimpan di SDB menjadi tidak efisien. Biaya tahun pertama untuk SDB ukuran terkecil sekitar Rp 700.000 dan hanya tersedia di bank besar pada cabang utama. Tahun berikutnya hanya perlu bayar sekitar Rp 200.000. Jika ingin irit, satu SDB bisa disewa beramai-ramai dengan patungan biaya bersama rekan atau saudara yang amanah.

b. Arisan Emas

Menjadi bagian dari arisan emas bukanlah cara menyimpan emas fisik yang sesungguhnya. Akan tetapi, putaran emas yang belum dimenangkan di arisan emas sesungguhnya tertitipkan di pihak lain dan baru dipegang setelah periode tertentu.

c. Gadai Emas

Gadai emas juga bukan cara menyimpan emas fisik yang sesungguhnya. Gadai emas merupakan pembiayaan dengan agunan emas. Dengan lebih aman, emas tertitipkan di Bank Syariah, Pegadaian, ataupun Lembaga Keuangan. Akan tetapi, nasabah menjadi memiliki kewajiban membayar biaya pemeliharaan dengan jumlah tergantung berat dan periode. Selain itu, untuk mengeluarkan emas, nasabah perlu menebus emas yang tertitipkan sesuai nilai kesepakatan di awal.

d. Metode Nabung Emas

Metode TEF (Tabungan Emas Fisik) adalah gabungan antara pembelian tunai dengan metode tertitipkan seperti gadai. Jumlah yang dibayarkan nasabah adalah seharga emas yang dibeli ditambahkan dengan biaya penitipan yang flat selama periode tertentu. Biaya titip ini tidak berubah meski jumlah emas yang dititipkan bertambah.

Keamanan Terhadap Resiko Kerusakan

Satu hal lagi yang perlu dilakukan ketika menyimpan emas adalah memastikan emas tidak berubah karena suatu penyebab kerusakan tertentu, baik pada fisik, sertifikat, maupun kemasan. Proses perawatan emas lebih mudah daripada perak, karena emas tidak bereaksi dengan udara, cairan, dan benda lain. Sementara itu, perak perlu upaya lebih. Reaksi udara dan cairan bisa membuat perak berwarna kuning kecoklatan.

Sertifikat emas juga sangat perlu untuk dijaga. Kelembaban udara sangat bisa merusak sertifikat, yang menyebabkan lengket pada kemasan/plastik. Untuk menghindari keadaan ini, lepas sertifikat keluar dari plastik kemasan untuk menghindarkannya dari kelembaban saat disimpan. Lalu, simpanlah dalam keadaan utuh secara bersamaan dengan fisik, sertifikat, dan kemasan di dalam tempat khusus seperti, brankas yang kering dan aman. Untuk menghindari keadaan lembab, gunakan silica gel yang berfungsi menyerap udara.


Untuk melakukan kegiatan jual beli logam mulia (LM), dapatkan dan lakukan saja di Salma Dinar yang telah berdiri sejak 2006, terpercaya secara Nasional, dan tersertifikasi Antam. Saat ini, Salma Dinar melayani jual beli logam mulia di 28 Sentra Emas Salma Dinar ataupun pada cabang seluruh Indonesia. Untuk mendapatkan logam mulia, khususnya emas dinar dengan lebih mudah, kamu bisa langsung klik di sini. Prosesnya yang cepat, mudah, aman, dan terpercaya akan sangat membantu untuk setiap proses juga kegiatan investasi. Emas dinar yang dibeli akan langsung dikirimkan dan diterima oleh kamu. Nah, tunggu apalagi? Langsung saja dapatkan emas dinar kamu di sini dan pastikan kamu akan merawatnya dengan baik sesuai tips yang diberikan.

*artikel diambil dari sini, dengan penyesuaian kembali.