Ingin mati cepat?

Cara Cepat Mati via Media Sosial

Memangnya ada cara cepat untuk mati di media sosial? Ada banget!

1/ Sibukkanlah dirimu dengan menyenangkan orang lain.

Bangun tidur, jam berapapun, pegang ponsel pintarmu.

Buka Twitter, sapa beberapa orang keren, hmmm..sapa juga yang enggak keren. Retwit beberapa twit yang menarik. “Like” twit-twit yang bakal membuat orang melonjak kegirangan.

Buka juga Facebook. Like sebagian besar posting yang terlihat di newsfeed. Komentarlah yang manis-manis. Share postingan teman yang lucu-lucu atau mengharukan.

Buka Instagram juga. Buka Path juga. Buka Google+.

Buka semua media sosial yang paling aktif digunakan teman-temanmu.

Lalu lakukan hal yang sama seperti di Twitter dan Facebook.

Lakukan itu, bukan hanya saat bangun tidur, tapi saat kapanpun membuka media sosial.

Trus kapan melakukan pekerjaan pentingmu untuk kantor, kampus, profesi dan lain-lain? Gampang. Bisa menyusul setelah ritual di atas beres.

2/ Sering-seringlah pamer.

Setiap mau makan, mau minum, mau ngopi, mau apapun, foto dulu, pilih yang keren-keren, lalu unggah ke semua akun media sosialmu.

Usai membeli barang, misalnya sepatu, tas, ponsel, jangan lupa juga diunggah ke media sosial.

Ketemu orang keren, selfie dulu, meski ia nggak kenal kamu.

Punya ijazah/sertifikat/bukti gaji naik atau sejenisnya…sempatkan unggah juga.

Nggak usah terlalu peduli konten lain.

Abaikan rumus di media sosial 7:3 (70% berbagi tentang “bukan diri sendiri” — misalnya ilmu yang bermafaat– dan maksimal 30% tentang diri sendiri). Balik saja jadi 70% tentang diri sendiri.

3/ Pupuk rasa iri, dengki, dan kepo

Nah, kalau ada orang yang berperilaku seperti nomor dua, kepoin terus. Sirami hati dengan bumbu iri dan dengki.

Kalau nggak menemukan yang seperti itu, kepoin orang-orang berprestasi hebat, lalu hajar mereka saat mereka salah posting di media sosial. Permalukan mereka sampai mereka tak bisa berkata-kata lagi.

Lalu kapan memperhebat prestasi diri sendiri? Ah, sambil melakukan ritual iri dengki dan kepo kan bisa. Bisa? Iya, yakin saja bisa.

(ditulis oleh Nukman Luthfie dan diambil dari blog SudutPandang.com)