Data Warehouse !?

jundi amir
Sep 5, 2018 · 2 min read

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya yang lalu mengenai Industri 4.0. Jika teman-teman menyimak, saya dua-tiga kali menuliskan artificial intelligence dan data analytics. Secara ajaib, dua hal tersebut saling berkaitan.

Dalam konsep AI, perlu adanya training dari data set. Jumlah training data yang semakin banyak dapat menentukan kualitas soulsi yang ditawarkan. Bagaimana menjamin data set yang digunakan untuk proses training tidak hanya banyak secara kuantitas, namun juga baik dari segi kualitas?

Cerita lainnya; dalam data analytics atau data science diperlukan data yang komprehensif. Artinya sampel yang diambil untuk ‘dipelajari’ haruslah memiliki skala yang luas. Perlu usaha yang luar biasa untuk mengumpulkan basis data yang ada dari setiap enterprise. Apakah ada ‘wadah’ yang dapat memfasilitasi kebutuhan ini?

Setiap aplikasi pasti menggunakan data dan informasi. Untuk mengelola data yang dimiliki sebuah aplikasi, perlu adanya basis data yang terhubung dengan aplikasi tersebut. Bagaimana bila basis data yang jumlahnya sangat banyak, sejumlah banyaknya aplikasi, dapat ‘dikumpulkan’ dalam sebuah tempat tertentu? Ini adalah konsep awal dari adanya data warehouse.

gambar 1. Skema Data Warehouse

Perhatikan gambar di atas, pada kotak operational system, dari situ sumber data didapatkan. Kemudian melalui proses ETL (extracting, transform, loading) data-data diolah pada kotak integration layer. Kemudian pada kotak kedua ini, terjadi rekayasa terhadap data dan metadata agar memiliki bentuk yang serupa [1].

Kemudian kembali dilakukan proses ETL untuk menyimpan kumpulan data dalam sebuah ‘wadah’ bernama data warehouse. Pada tempat ini lah banyak kebermanfaatan bermula. Dengan skala yang semakin membesar (ada yang mengatakan bahwa tidak ada batasnya) data-data tersebut kemudian dapat dimanfaatkan oleh proses pengambilan keputusan.

Apakah teknologi macam ini masih relevan? Sepertinya pertanyaan tersebut kurang tepat, karena implementasi yang ada di Indonesia masih sangat terbatas. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa waktu tertentu kebutuhan akan penyimpanan dan akses data akan semakin membesar, sampai pada titik perlunya konsep/teknologi baru. Kita simak saja baik-baik era ini !

Salam.

Referensi

[1] https://www.youtube.com/watch?v=zTs5zjSXnvs

Welcome to a place where words matter. On Medium, smart voices and original ideas take center stage - with no ads in sight. Watch
Follow all the topics you care about, and we’ll deliver the best stories for you to your homepage and inbox. Explore
Get unlimited access to the best stories on Medium — and support writers while you’re at it. Just $5/month. Upgrade