Lean UX

Apa itu lean UX?

Well, dari brainstorming yang saya dan teman-teman lakukan, ditambah bahasan singkat yang saya ikuti dari meetup di beritagar.id kemarin, lean UX adalah:

Metode UX yang dilakukan sering-sering untuk meminimalisir resiko.

Jadi, alih-alih membuat produk hingga hampir jadi untuk diujikan, di lean UX produk yang dibuat masih berupa MVP (Minimum Viable Product), yaitu gambaran besar produk dengan minimum fungsi utama namun bisa digunakan.

Dengan MVP itu, produk kita bisa berguna ga?
Dengan MVP ini, bisa langsung ketahuan kalo kita gagal dengan resiko yang minimal. Karena toh produknya masih belum jadi. Jadi untuk memperbaikinya ga begitu sulit. Jadi kita bisa terlebih dulu tahu di tahap yang masih dini, apa yang bisa diperbaiki dari produk kita. Gagal dimana, bagaimana memperbaikinya. Begitu.

Selesai diperbaiki, dites lagi. Begitu terus, makanya metode ini identik dengan phrase do less more often.

Untuk tahu apakah hipotesa yang kita buat berhasil atau tidak, bisa menggunakan KPI (Key Performance Indicator). Tapi bukan cuma mengandalkan KPI, ada lagi selain itu, yaitu AARRR:
-Acquisition
-Activation
-Retention
-Referral
-Revenue

Kelima hal ini adalah tingkatan yang digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan suatu MVP.