Secara Ilmiah, Beginilah ‘Hipnotis’ Mempengaruhi Otak Kita

Penjelasan Tentang Hipnotis Disampaikan Oleh Psikolog

Berita Seputar Kesehatan — Pernahkah anda melihat sebuah acara sulap ? Salah satu yang mungkin akan muncul pada benak kita ketika membahas masalah sulap adalah hipnotis. Ya, hipnotis merupakan salah satu permainan yang lumayan banyak dimainkan oleh para pesulap di seluruh dunia. Dengan melakukan hipnotis, sudah dipastikan penonton akan ramai karena bisa terhibur lewat tindakan — tindakan lucu para korban yang terkena sugesti yang diberikan oleh sang pesulap. Bahkan ada yang sampai membuka aibnya sendiri.

Hipnotis ini sendiri seringkali dikaitkan dengan ilmu gelap atau mistis, karena dianggap tidak masuk akal. NAmun sebenararnya, hipnotis memang benar adanya dan diakui secara ilmiah. Menurut Andi Ardillah Pratiwi, M.Psi, hipnotis ini merupakan permainan dengan alam bawah sadar manusia.

“Dalam ilmu psikologi, hypnosis atau hipnotis merupakan keadaan dimana seseorang berada dalam keadaan yang sangat fokus dan juga berkonsentrasi sehingga sangatlah mudah untuk diberikan sugesti. Ketika dalam kondisi kesadaran seperti ini, seseorang akan dibawa kea lam bawah sadarnya yang selama ini mungkin tidak akan disadarinya sendiri,” ucap psikolog yang sering disapa dengan nama Mbak Andi.

Lebih lanjut lagi, dirinya menambahkan bahwa sebenarnya hipnotis bisa dipelajari. “Iya, hipnotis bisa dipelajari. Banyak sekali institusi yang membuka kursus untuk bidang hipnoterapi. Perlakukan dan kalimat khusus untuk menghipnotis seseorang bisa dipelajari di institusi — institusi ini,” tuturnya sang psikolog.

Selain untuk kepentingan hiburan, ternyata ilmu ini bisa juga digunakan untuk kesehatan. Salah satu penyakit yang bisa diatasi lewat hipnotis ini adalah fobia. Menurut Mbak Andi, orang yang melakukan hipnotis dan juga yang dihipnotis harus salign percaya. Jika tidak maka tidak akan bisa dihipnotis.

“Untuk kesehatan, hipnotis dilakukan dalam beberapa sesi. Di awal, akan dilakukan asesmen untuk mengetahui masalah dari si klien dan membentuk komitmen antara klien dan juga terapis. Umumnya si dilakukan relaksasi ya agar si pasien merasa nyaman. Nah, setelah itu si terapis akan melakukan sugesti — sugesti positif kepada si pasien, tentang masalah yang dihadapinya,” jelas Mbak Andi.

Berita Umum — Psikolog yang saat ini sedang bekerja di Yayasan Praktek Psikolog Indonesia ini menambahkan bahwa tidak sedikit pula orang yang menggunakan cara hipnotis untuk kejahatan. Menurutnya, hiptonis seringkali berhasil apabila menemukan orang yang mudah untuk dipengaruhi.

“Mereka yang mudah dihipnotis umumnya sangat mudah percaya dengan orang lain dan tidak melakukan cross-check tentang apa yang diminta oleh si pelaku,” tutupnya.

Intinya, jika tidak mau dihipnotis, kalian jangan mudah percaya dengan orang yang baru saja kalian kenal ya guys.


Originally published at www.kabartrending.com.