pensil patah yang biasa kupakai untuk menuliskanmu,
Sore ini kutemukan terbaring di pelataran langit
lalu kuambil dia,
dan mulai kulengkapi mereka menjadi kalimat pengingat;
Kala itu kuajak kamu mengejar senja,
mendengar musik kesukaan
berdongeng ria
dan berlari entah ke mana.
-Bintaro '18