Perusahaan India Menanti Blok-Blok Migas yang Akan Habis Kontrak

Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau

Divisi Kajian Strategi Energi (#Edisi 6)

Perusahaan asal India ternyata juga menaruh minat berinvestasi sektor energi di Indonesia. Salah satunya adalah di bidang hulu minyak dan gas bumi (migas).

Kepala Badan Penelitian dan Pembangunan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) F.X. Sutijastoto mengatakan, perusahaan asal India yaitu ONGC Videsh Limited (OVL) berminat mengeksplorasi dan produksi migas di Indonesia. “Terutama menjajaki peluang pada lapangan migas yang akan habis masa kontraknya,” katanya berdasarkan siaran pers Kementerian ESDM di Jakarta, Selasa (9/5).

Sebagai gambaran, hingga tahun depan ada delapan blok yang akan berakhir kontraknya. Delapan blok itu adalah Blok Sanga-sanga, Blok East Kalimantan, Blok Attaka, Blok South East Sumatera, Blok Tengah, Blok NSO, Blok Tuban, dan Blok Ogan Komering.

Perusahaan lain asal India yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia adalah Petrochemical Complex dan Panipat Refinery. Kedua perusahaan ini berminat membangun kilang minyak di Bontang, Kalimantan Timur.

“Tim Teknis Kementerian ESDM bertugas menggali potensi kerja sama di sektor ESDM dan penilaian lapangan terhadap kemampuan serta kapasitas fasilitas pengolahan energi yang dimiliki India,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Sementara itu, Petronet LNG Ltd. (PLL) ingin kerja sama dengan PT Pertamina. (Persero) untuk proyek gas alam cair (LNG). Kerja sama ini mencakup penelitian dan pembangunan LNG dan. implementasinya secara komersial terhadap Diesel Dual Fuel (DDL) LNG di India, serta pengembangan bersama regasifikasi dan FSRU di Indonesia.

Selain migas, India juga menjajaki kerja sama di sektor mineral dan batubara (minerba). CIMFR dan CMPDI berpeluang melakukan eksplorasi batu bara kualitas kokas di Papua. Kerja sama lainnya adalah penelitian dan pengembangan dengan CIMFR. (Baca: Industri Tambang Penopang Perekonomian)

Di bidang energi baru terbarukan dan ketenagalistrikan, ada pula kerja sama implementasi energi matahari. Selain itu, peluang penggunaan pembangkit listrik buatan India dengan melakukan pembuatan pilot project di daerah terpencil di Indonesia yang kekurangan listrik.

Kerja sama ini merupakan hasil kunjungan Pemerintah Indonesia ke India pada 2 Mei lalu. Nantinya, Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri India di bidang energi akan menandatangani beberapa nota kesepamahaman investasi tersebut.

Referensi: Katadata.co.id

#SalamHMTP #KabinetHMTPBeraksi #MariBersinergi #KSEteam #HMTPbersuara

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.