RENCANA KERJA MENTERI ESDM ARCANDRA TAHAR DALAM MENYIKAPI MIGAS DI INDONESIA

Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau

Divisi Kajian Strategi Energi (#Edisi 9)

Menteri ESDM yang baru saja dilantik itu merupakan kelahiran Padang Pariaman, 10 Oktober 1970 yang sejak 1996 atau 20 tahun terakhir sekolah dan berkarir di AS tersebut kembali ke Indonesia setelah diminta Presiden Joko Widodo untuk menjadi Menteri ESDM.

Beliau diberi amanat oleh Presiden Joko Widodo untuk segera mencapai kedaulatan energi. Maksudnya disaat persediaan energi sedang kritis,negara kita masih mampu menjaga kebutuhan energi.

Sebelumnya, saat serah terima jabatan Menteri ESDM dari Sudirman Said pada Rabu (27/7), Candra mengatakan, kelanjutan transformasi sektor ESDM bertumpu pada tiga pilar utama.

Pertama, membuat proses bisnis yang efisien, transparan dan terukur.

Kedua, sumber daya manusia yang kompeten yang ditunjang dengan pengetahuan, kemampuan, dan pengalaman (knowledge, skill dan experience).

Serta, pilar ketiga adalah memanfaatkan teknologi yang tepat guna dan tepat sasaran, sehingga sumber daya manusia dan "bussines process" yang dibangun bisa lebih efektif dan efisien.

Pria bergelar Phd bidang anjungan lepas pantai (offshore) itu mengatakan, dirinya mempunyai jajaran yang kompeten dan akan membantu mencapai kedaulatan energi tersebut. Selain itu, beliau juga telah menyiapkan 3 pilar yang akan menjadi acuan dalam mengambil kebijakan.

Pertama, seluruh sumber daya alam harus sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kedua, kedaulatan energi diupayakan melalui peningkatan pasokan.

Terkait Blok Masela, ia mengatakan, meski mempunyai latar belakang "offshore", namun dirinya akan menjalankan kebijakan Presiden yang sudah memutuskan skema darat (onshore).

"Saya sebagai pembantu Presiden akan menjalankan amanat agar Masela dikembangkan dengan pilihan LNG plant ada di onshore," ujar pemilik tiga paten terkait "offshore" tersebut.

Mulai pekan depan, lanjut Candra, pihaknya akan bertemu dengan pemangku kepentingan sektor ESDM.

"Saya akan tanya satu per satu, apa yang bisa dibantu sesuai kewenangan kami. Apabila kewenangan Kementerian ESDM tidak cukup menyelesaikan, maka saya akan diskusi dengan Presiden untuk mencari solusi agar program berjalan dengan baik," katanya.

Tiru cara Amerika untuk mendorong lifting migas, teknologi jadi kuncinya.

Kelemahan yang dimiliki Indonesia adalah kurangnya penggunaan teknologi baru sehingga produksi minyak juga menurun. Menurut Arcandra, bila hanya terpaku pada teknologi yang lama, maka akan sulit meningkatkan produksi migas. Sementara diketahui, tidak ada lagi cadangan minyak berskala besar.

Berbekal 20 tahun pengalamannya di Amerika Serikat, Candra akan menerapkan penggunaan teknologi canggih dan terbaru dalam menggali sumur migas di dalam negeri yang terpencil dan berada di laut dalam. Candra yakin jika hal tersebut bisa dilakukan, akan mampu meningkatkan lifting migas sebanyak dua kali lipat.

“Kalau hanya berpaku di situ, mungkin produksi yang sudah menurun akan terus menurun. Karena era lapangan yang punya cadangan besar itu sudah hilang. Nggak ada lagi temuan minyak yang besar-besar. Mari kita coba teknologi baru," jelasnya.

Memang diakui Arcandra, penggunaan teknologi baru memiliki risiko yang sangat tinggi. Namun menurutnya, hal tersebut jauh lebih baik dibandingkan hanya menerima kondisi yang sudah ada. Jika kita tidak mencoba hal yang penuh resiko maka kapan kita akan memperoleh sesuatu yang baik. Selain itu, Arcandra ingin melakukan langkah pertama yaitu pembenahan dalam proses bisnis pada sektor migas dengan arah transparan dan akuntabel. Langkah kedua adalah mengubah pemikiran pelaku bisnis dan pemerintah selaku regulator untuk menerima teknologi baru untuk meningkatkan produksi minyak di Indonesia. Pasalnya, cadangan minyak Indonesia ‎saat ini sudah menipis dan sumur minyak yang sulit untuk diproduksi.

Dalam mengemban tugasnya sebagai menteri ESDM, candra akan dibantu oleh dua orang staff yang dibawanya dari Amerika, ada Pak Prahoro dan Jaffee Soehardin.

Disisi lain, Ketua Serikat Pekerja SKK Migas Dedi Suryadi optimistis Menteri ESDM baru dapat segera beradaptasi dan bekerja optimal memberikan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Memperbaiki UU No 22 tahun 2001

Menteri ESDM juga mengatakan, UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 memang perlu diperbaiki karena tantangan sudah berbeda dengan dulu.

"Peraturan-peraturan yang tidak bermuara pada united strategy untuk membangun kedaulatan energi harus dihapus," katanya.

Menurut dia, UU Migas baru harus mampu menjawab tantangan era ladang minyak besar dengan kondisi geologi yang mudah dan ditunjang dengan ketersediaan infrastruktur memadai, sudah berlalu.

"Sekarang adalah era marginal fields, offshore termasuk deepwater, tight dan shale oil/gas dan EOR dengan lokasi terpencil dan infrastruktur minim," ujarnya.

Arcandra juga mengatakan, Kementerian ESDM harus menjadi pioner dalam menerima teknologi baru, mendorong industri dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri, dan melakukan transfer teknologi.

Selain itu, Serikat Pekerja SKK Migas mendesak agar menteri baru dapat segera menuntaskan Revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi untuk memberi kepastian hukum bagi pekerja dan investor di sektor hulu migas. Kemudian Serikat Pekerja SKK Migas juga meminta komitmen dari Menteri ESDM yang baru agar Revisi UU Migas dapat diselesaikan dalam waktu secepatnya mengingat saat ini Indonesia tengah bersaing dengan negara lain dalam menarik investasi di sektor hulu migas.

Semoga dengan dilantiknya Arcandra Tahar dapat membawa perubahan Indonesia lebih baik lagi terutama pada sektor migas. Perolehan peningkatan produksi migas dapat meningkat seiring teknologi yang akan diciptakan untuk Indonesia.

#SalamHMTP #HMTPBersatu #MariBersinergi #KSE

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.