Terobosan Pertamina Jelang Hari Kemerdekaan

Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau

Divisi Kajian Strategi Energi (#Edisi 10)

Spesial kemerdekaan, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga Bahan Bakar Minyak Umum jenis Pertamax pada kisaran Rp200-Rp300 per liter untuk daerah luar Pulau Jawa. Perubahan harga terhitung mulai pukul 00.00 WIB tanggal 15 Agustus 2016.

Ini merupakan bagian dari agenda Perusahaan untuk menjangkau lebih banyak lagi konsumen di luar Jawa yang masih memiliki potensi yang cukup besar untuk migrasi ke Pertamax. Penurunan itu juga menjadi strategi perusahaan supaya pertamax semakin banyak digunakan di luar Jawa. Melalui penurunan tersebut, stok juga diperbanyak karena diyakini penjualannya meningkat. Selain itu, 
Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan perubahan harga merupakan aksi korporasi Pertamina menyikapi fluktuasi harga minyak internasional dan kurs rupiah terhadap dolar. Lebih spesial lagi, penurunan harga tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh warga negara di luar Pulau Jawa menjelang HUT Kemerdekaan RI ke 71 tahun ini.

Sebenarnya hal ini memang perlu untuk dilakukan. Melihat kondisi masyarakat Indonesia, kebanyakan pasti lebih menginginkan harga terjangkau dengan kualitas yang bagus. Jika hal ini dapat diterapkan secara terus menerus, maka masyarakat pasti lebih memilih menggunakan pertamax, dan peningkatan penjualan juga akan tinggi.

Jika kita perhatikan dibeberapa daerah tertentu, banyak SPBU kehabisan stok BBM yang mana selalu dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak hanya di kota kecil, kota besar pun juga mengalami hal tersebut. Untuk itu, lebih lanjut Wianda menyatakan untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi, Pertamina akan secara ketat memantau ketersediaan stok BBM Umum tersebut di tingkat SPBU. Pertamina, akan terus mengupayakan untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat dan memastikan tidak akan ada kekosongan produk di SPBU.

Adapun beberapa daerah yang telah mengalami penurunan harga pertamax antara lain, Nangroe Aceh Darussalam sebesar Rp200 per liter, yaitu dari semula Rp7.900 per liter menjadi Rp7.700 per liter. Adapun, di wilayah Papua Barat Pertamax ditetapkan seharga Rp10.350 per liter, dari sebelumnya Rp10.650 per liter. Untuk Kalimantan Timur, Tengah, dan Selatan harga Pertamax ditetapkan Rp7.500 per liter, dari sebelumnya Rp7.700 per liter. Konsumen di Sulawesi Selatan akan merasakan harga Pertamax Rp7.900 atau turun Rp300 per liter dari sebelumnya Rp8.200 per liter.

Pertamina sangat berharap para konsumen dapat menggunakan bahan bakar berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, sekedar diketahui, Pertamina baru-baru ini juga meluncurkan produk bahan bakar baru di Jakarta yaitu Pertamax Turbo dengan kadar oktan 98.

Semoga dengan diterapkannya terobosan tersebut, pertamax bisa lebih banyak digunakan agar penjualan meningkat dan produksi juga meningkat.

#SalamHMTP #HMTPBersatu #MariBersinergi #KSE

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.