Budak Proker

Seharusnya manusia lah yang membuat dan mengatur program kerja (proker) tapi kenapa di organisasi ini proker yang mengatur manusia. Apakah dunia sudah terbalick?

Sangat lucu jika melihat organisasi ini. Dari luar mereka sangat terlihat akur dan berkeluarga. Tapi di sisi lain mereka sangat terlihat absurd dan tidak berkomitmen.

Setiap organisasi didirikan pasti mempunyai tujuan tertentu. Dalam mencapai tujuan tersebut manusia manusia di organisasi tsb bakalan membuat berbagai program kerja.

Membuat program kerja pasti ada patokan patokan yang dilihat. Ada yang melihat dari kinerja kepengurusan tahun sebelumnya, ada yang mendengar saran saran dari orang lain. Namun yang lucu di organisasi ini yaitu mereka membuat proker dengan rasa takut akan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Mereka takut dengan kakak tingkat yang akan menghabisinya pada saat LPJ nantinya.

Apa sih yang harus ditakutkan sama kakak tingkat kalau misalnya kerja kita benar?

Indikator keberhasilan. Biang kerok dari semua ini.

Kita yang membuat indikator kita yang diperbudak indikator.

Ditambah lagi dengan rasa takut kepada LPJ an akan membuat indikator keberhasilan semakin memperbudak kita.

Takut akan periode kepengurusan kita jelek emang wajar. Tetapi kerja hanya sekedar kerja kuda juga bisa. Kerja hanya berburu indikator monyet dihutan juga bisa. Belajar kerja ikhlas, menjadi motivator bukan mencari indikator.

Harusnya kalau organisasi seperti ini bukan disebut berasaskan kekeluargaan tetapi berasaskan event organizer… Hiyahiyahiaya