Rumah Yang Tak Dirindukan

Keluarga yang aku tau itu selalu mendukung apa yang kita perbuat, apa yang kita usahakan, apa yang kita ciptakan. Namun berbeda dengan keluarga ini. Aku merasa selalu dikekang, tidak boleh berkarya diluar. Aku hanya dipaksa membesarkan nama keluarga ini, padahal aku juga punya keluarga lain selain disini.

Rumahku berada di jalan X. Didalamnya terdapat mahasiswa mahasiswa jenius berprestasi tinggi, namun tidak dengan saya, yang sekarang ini sedang berambisi untuk membesarkan rumahnya.

Keluarga ini sangat mensupport siapapun anggota nya yang berpreatasi, lagi lagi hanya untuk membesarkan rumahnyaa yang pasti.

Keluarga ini juga sangat aktif dalam mengadakan acara, sampai sampai membuat anggotanya tidak nyaman untuk bergaul di luar keluarga ini. Lagi lagi hanya untuk membesarkan rumahnya.

Yang menjadi pertanyaan besar dalam kepala saya.

Apakah keluarga harus seperti itu? Jawab sendiri.

Saya membuat tulisan ini karena saya terkejut dengan kata kata kepala keluarga ini yang disampaikan kemarin malam .

Dia bilang “kalau kalian pengen hiburan dan istirahat itu di luar. Kalau sedang di keluarga ini kalian harus bekerja"

Seketika itu pertanyaan besar langsung menyeruat. Bukankah keluarga itu tempat istirahat dan berkeluh kesah?

Keluarga ini hanya menuntut untuk membesarkan rumahnya. Tidak melihat kesejahteraan dan kebahagiaan anggotanya yang disuruh untuk bekerja pagi siang sore dan malam.

Saya sudah tidak nyaman lagi berada di rumah dan keluarga ini. Namun apa daya, ada perjanjian yang mengikat saya untuk tidak bisa keluar dari rumah ini lagi… arrrghh

Jika seterusnya akan seperti ini, saya yakin keluarga ini tidak akan bertahan lama. Akan banyak anggota keluarga yang mengeluh dibelakang

Pesan untuk kepala keluarga : Jadikan rumah ini sebagai tempat bercanda bersuka ria. Karena canda tawa kita semua yang akan menguatkan keluarga dan rumah yang besar akan mengikuti dengan sendirinya. Lihat anggotamu. Jangan sampai rumahmu terlihat besar dari luar tetapi ketika orang masuk rumahmu terlihat manusia manusia yang tak terurus, berkelahi satu sama lain. Intinya keluarga adalah tempat kebahagiaan yang sedang kami rindukan.