Mediplus yang (makin) mengecewakan.

Saya tidak habis pikir kenapa asuransi kesehatan yang dulu saya puja-puji di postingan ini bisa berubah menjadi sangat menyebalkan. Apakah ada kebijakan internal perusahaan yang menyebabkan ini terjadi? Atau hal ini memang sudah sesuai prosedur mereka dari dulu?

Kecewa pertama.

Tanggal 15 Juni 2015 saya mengantar Liam anak saya untuk periksa dokter karena batuk yang tak kunjung sembuh. Tidak ada masalah dengan dokter spesialis anak dan klaim obatnya. Masalah timbul saat istri saya mengajak Liam untuk konsultasi dengan dokter spesialis kulit tentang bekas luka di dagu Liam. Dari awal kami sudah memberitahukan kepada petugas Mediplus yang berjaga di RS Bethsaida, saya menanyakan apakah bisa kami berkonsultasi dengan dokter kulit rekanan Mediplus di RS Bethsaida mumpung kami masih disana. Petugas mengiyakan dan membuat surat rujukan ke dokter kulit rekanan tersebut. Setelah menunggu dokter hampir 1 jam, akhirnya bekas luka di dagu Liam diperiksa oleh dokter dan beliau mengoleskan salep anestesi karena sekitar satu jam sesudahnya bekas luka itu harus dibersihkan.

Saat satu jam hampir berakhir ketika petugas Mediplus tersebut datang dan mengatakan kalau perawatan dagu Liam ini tidak dicover karena ini termasuk tindakan kosmetik (untuk alasan keindahan)

Karena jengkelnya saya terhadap pemberitahuan yang sangat terlambat ini, saya langsung menghentikan sang dokter spesialis sebelum bertindak lebih jauh serta mengajak istri dan anak saya untuk langsung pulang. Petugas Mediplus yang ada disana tidak mengatakan apa-apa.

Imbas dari peristiwa ini adalah nama anak saya di blok oleh RS Bethsaida karena saya dianggap belum membayar tagihan. Hal ini baru saya ketahui pada tanggal 1 Maret 2016 kemarin. Setelah saya cek lagi tagihan yang dikeluarkan oleh RS, ada tagihan biaya salep dan jasa dokter spesialis. Membayar biaya salep bukan masalah bagi saya, yang saya tidak terima adalah kenapa saya harus membayar jasa konsultasi dokter spesialisnya. Bukankah petugas Mediplus sudah menyetujui tindakan kami yang akan membawa Liam ke dokter kulit? Bahkan kami sempat juga memperlihatkan bekas luka Liam ke petugas Mediplus tersebut.

Hal penting yang harus anda ketahui adalah walaupun anda sudah direkomendasikan oleh dokter umum untuk berkonsultasi ke dokter spesialis rekanan Mediplus, jasa konsultasi itu tidak akan di tanggung jika tindakan selanjutnya dari dokter spesialis tersebut tidak ditanggung oleh Mediplus. Apakah hal ini ada dalam polis atau website mediplus.co.id? Tidak ada.

Hal ini bisa dicek di polis mereka

Kecewa kedua.

Belum lama ini saya berkunjung ke RS Siloam mengantar anak saya yang sedang batuk. Ada dokter yang ingin kami kunjungi karena kami belum pernah dan kebetulan jadwal dokter itu cocok dengan waktu kami. Sesampainya disana kami tidak bisa berkonsultasi dengan dokter tersebut karena dokter tersebut membatasi pasien Mediplus.

Saya lumayan kaget dan saya bertanya ke petugas Mediplus apakah memang ada sistem kuota pasien Mediplus untuk dokter rekanan. Petugas Mediplus mengatakan hanya dokter rekanan tertentu saja yang membatasi kuota pasien.

Saya kok susah untuk percaya ya.

Kecewa ketiga.

Setelah bertemu dengan dokter anak lainnya ( pada sore harinya), akhirnya anak saya diminta untuk cek urine di lab. Proses ini berjalan lancar, menunggu 1 jam bagi kami tidak masalah. Yang jadi masalah adalah saat dokter meminta anak kami untuk USG, bagian radiologi menjadwalkan kami untuk USG pada besok malamnya. Sepertinya karena kuota radiologi untuk pasien Mediplus sudah habis untuk hari itu. What the fuck?

Kami sudah hampir seharian di rumah sakit, dan mereka mengharapkan kami untuk datang lagi keesokan harinya. Setelah sedikit berdebat akhirnya bagian Radiologi bersedia untuk melakukan USG pada hari itu juga. Hasilnya keluar 3 jam kemudian. Again, what the fuck?

Pesan saya untuk Mediplus, jangan mengubah (mengurangi) produk yang sudah OK karena misalnyakalian mengalami kerugian di tahun sebelumnya. Jangan berikan kami alasan untuk berhenti berlangganan Mediplus.


Originally published at www.kalipengging.com on March 24, 2016.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Agus Mulyono’s story.