Kanya Suryadewi
Sep 3, 2018 · 1 min read

Ah Bandung.

Entah kenapa selalu berat menyebutkan nama kota ini.

Pidi Baiq pernah mengatakan bahwa “Bandung bukan hanya tentang masalah geografis, tapi juga menyangkut perasaan.” Emang iya? Iya. Bagi saya.

Ada hal hal yang tidak bisa dijelaskan oleh logika kenapa saya tidak bisa untuk tidak menginjakkan lagi kaki di kota ini.

Terlalu berat. Terlalu menyakitkan. Terlalu rindu.

Sekuat saya mengatakan “enggak kok, move on mah udah” tapi setiap kembali ke bandung, semuanya buyar.

Tuhan, tolonglah. Perlu berapa waktu lagi saya bisa terlepas dari kenangan itu semua?

Perlu berapa waktu lagi saya bisa terlepas dari kenangan akan waktu tubuhnya, waktu tentangnya, pelukan untuknya?

Perlu berapa waktu lagi hingga akhirnya saya bisa mengatakan, “Hei Bandung, aku kembali, temenan yuk.”

Ah entahlah. Kau terlalu lihai memainkan perasaanku Tuhan.

Kanya Suryadewi

Written by

I write, so i can talk