Prediksi Pencapaian Target Lifting Migas Tahun 2017

Apakah yang dimaksud dengan lifting migas? Lifting migas adalah produksi migas yang siap jual. Besarannya dapat berbeda dengan besaran produksi karena tidak semua produksi migas yang baru keluar dari dalam bumi bisa langsung dijual. Dalam beberapa kasus, produksi migas masih harus diproses atau diangkut sebelum menjadi lifting. Istilah lifting juga kerap dipakai untuk menggambarkan proses penyerahan migas dari produsen kepada pembeli. Pada proses inilah penerimaan negara dari kegiatan hulu migas terealisasi. Lembaga negara yang bertanggung jawab atas pengawan proses lifting migas adalah Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Pengawasan yang dilakukan oleh SKK Migas dimulai jauh sebelum aktivitas lifting dilakukan, yaitu dengan merumuskan perjanjian jual beli dengan pihak pembeli. Salah satu hal penting yang disepakati disini adalah harga. SKK Migas berkepentingan untuk mendapatkan harga yang menguntungkan bagi negara. Setiap kesepakatan harga gas ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sedangkan untuk minyak, harga mengacu kepada Indonesian Crude Price (ICP) yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM setiap bulan.

Tahun 2017 ini, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimis bahwa target produksi siap jual (lifting) hingga akhir tahun bisa tercapai. Oleh karena itu, terdapat beberapa upaya yang telah disiapkan SKK Migas untuk mewujudkan target tersebut. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taer mengatakan salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah mengatur ulang jadwal lifting. “Outlook lifting migas hingga akhir 2017 diperkirakan tercapai,” kata dia panel IndoEBTKE, Jakarta, Rabu (13/9). Sejak awal tahun hingga lifting minyak sebesar 792 ribu bph, sementara gas 1.134 ribu barel setara minyak per hari (bsmph).

Target lifting minyak dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 dipatok 815 ribu bph, dan gas sebesar 1.150 ribu bsmph. Selain itu, SKK Migas juga berupaya terus mencapai target penerimaan negara. Penerimaan negara sejak awal Januari hingga akhir Agustus lalu sudah mencapai US$ 8,14 miliar dari target APBN-P 2017 sebesar US$ 12,19 miliar.

Capaian penerimaan negara itu meningkat dibandingkan semester I 2017 yang baru tercapai sebesar US$ 6,48 miliar. Berdasarkan capaian tersebut, SKK Migas yakin hingga akhir tahun target penerimaan negara dari migas bisa terwujud. Menurut Wisnu, capaian penerimaan negara dari migas didukung dengan adanya efisiensi biaya. Hal ini terlihat dari realisasi biaya penggantian operasi migas (cost recovery) yang masih sesuai alokasi anggaran. Namun begitu, ia mengatakan Kementerian ESDM masih belum akan mengajukan revisi asumsi lifting minyak di dalam APBN Penyesuaian (APBNP) 2016. Pasalnya, ia memprediksi lifting minyak akan kembali menurun di akhir tahun. Selain lifting minyak, lifting gas juga mengalami pencapaian yang lebih menutupi target atau dapat dikatakan lebih besar.

Sumber:
http://katadata.co.id/berita/2017/09/14/skk-migas-optimistis-target-lifting-migas-tahun-ini-tercapai
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/14/140113526/Mata.Negara.pada.Lifting.Migas

12216040 Elizabet Benedikta P. S.

Like what you read? Give KAP KELOMPOK 7 a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.