ISIS SEBAGAI ANCAMAN TERORISME BARU DI INDONESIA
DAN BENTUK PENCEGAHANNYA
Oleh :
Karsan Budianto
Scholars Of International Relations, Riau University
Isu tentang terorisme saat ini mulai mencuat kembali. Beberapa waktu sebelumnya terkait dengan isu terorisme pengetahuan masyarakat internasional sudah mulai bias terhadap isu terkait terorisme. kemunculan isu terorisme tidak bisa terlepas dari peristiwa ambruknya gedung WTC yang terjadi pada 11 September 2001silam, isu terorisme seolah-olah menjadi perhatian nomor wahid seluruh masyarakat internasional pada kala itu. Dengan isu terorisme ini serangan terhadap Afghanistan yang dilakukan AS merupakan bentuk pemburuan terhadap para terorisme yang menghantui gedung WTC Amerika Serikat.
Kemunculan kembali isu terorisme diabad ini berasal dari suatu gerakan yang ingin menyatukan negara Irak dan Suriah menjadi sebuah negara dengan model khilafah. Gerakan ini bernama ISIS (Islamic state of Irak and Suryah). ISIS merupakan sebuah kelompok yang cukup terorganisir serta memiliki cukup perlengkapan dalam hal persenjataan, pergerakan ISIS juga menyebar di berbagai negara, terutama negara yang mayoritas muslim. Dalam melancarkan aksi terornya ISIS selalu menggunakan dalih Jihad untuk melegitimasi kebenaraannya. Padahal dalam konteks jihad sebagaimana yang di fatwakan MUI, jihad bukan tindakan yang dilakukan secara brutal atau tanpa aturan, dan tidak bersifat merusak (ifsad) atau anarkhis / chaos (faudha), atau tujuannya untuk menciptakan rasa takut dan/atau menghancurkan pihak lain, sedangkan hukum dalam melakukan terror itu sendiri menurut fatwa MUI adalah Haram baik dilakukan oleh perorangan, kelompok, maupun negara. pergerakan ISIS tidaklah sama dengan konteks jihad, ISIS selalu menciptakan rasa takut atau melakukan teror terhadap setiap sasarannya. Oleh karenanya ISIS dalam hal ini merupakan bukan suatu gerakan Jihad dalam Islam.
Ancaman pergerakan ISIS saat ini ditujukan terhadap negara-negara dengan mayoritas muslim, hal ini merupakan jawaban atas pertanyaan mengapa ISIS menjadi sumber ancaman yang berarti dan diwaspadai di Indonesia pada abad ini. Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim yaitu 80% dari penduduk Indonesia, dan merupakan muslim terbanyak yang ada di dunia saat ini.
Ancaman yang dilakukan oleh kelompok ISIS di Indonesia masih belum berbentuk faktual namun masih berupa ancaman yang bersifat potensial, ancaman terbaru ISIS yang dilakukan di Indonesia saat ini yaitu melalui sebuah media jejaring sosial dangan merilis sebuah video yang mangancam Indonesia, khususnya TNI-POLRI. Dan hal itu telah ditanggapi Jenderal TNI Moeldoko sebagai sebuah ancaman yang masih bersifat potensial, hal itu karena kelompok ISIS masih belum tampak atau terlihat dalam melakukan aksinya di Indonesia. Ancaman yang terjadi terkait dengan ISIS di Indonesia sendiri selanjutnya, karena adanya sekelompok masyarakat atau individu yang berangkat ke Timur Tengah untuk bergabung dengan anggota ISIS, namun aksi tersebut masih belum tentu akan membahayakan Indonesia, sebab belum pasti mereka yang berangkat ke Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS juga akan kembali ke Indonesia. Potensi ancaman terhadap Indonesia akan benar terlihat jika mereka melancarkan aksinya di Indonesia.
Bergabungnya sebagaian masyarakat Indonesia dengan anggota ISIS disebabkan oleh adanya doktrin untuk mendirikan negara Islam. Banyak muslim di Indonesia yang memiliki hubungan emosional dengan simbol-simbol Islam, simbol-simbol tersebut dibawa oleh ISIS dengan keinginan menerapkan syariat Islam dan menegakkan khilafah, sehingga masyarakat yang berkeinginan sama tersebut akan merasa bahwa ada wadah untuk memperjuangkan keinginannya mendirikan negara islam. Kemudian faktor lain bergabungnya sebagian kecil masyarakat Indonesia dengan ISIS ialah karena adanya motif ekonomi, hal ini membuat masyarakat tertarik untuk berangkat ke Timur Tengah, dan sebagain lagi masyarakat yang tergabung karena masih belum bisa berfikir dengan jernih sehingga mudah terbawa.
Saat ini jejaring sosial atau dunia maya menjadi pilihan utama para teroris dalam melancarkan aksinya baik untuk membuat propaganda maupun sebagai alat untuk perekrutan anggota. Mereka (teroris) menjadikan internet untuk propaganda karena mudah diakses, tidak adanya kontrol, memiliki audiens yang luas, serta tidak bisa diketahui identitasnya. Perkembangan website terorisme telah mengalami perkembangan sejak tahun 1998, hingga saat ini menurut data BNPT, pada tahun 2013 terdapat 2.650 website yang lakukan propaganda terorisme. Setahun kemudian terjadi penambahan menjadi 9.800 website dan sebagian besar sulit diketahui identitasnya.
Penggunaan media dunia maya sebagai alat juga dimanfaatkan oleh kelompok ISIS, dimana mereka menjadikan dunia maya sebagai alat utama mereka dalam menyebarkan ajaran dan perekrutan anggota dari kalangan anak-anak muda dan pelajar. Terlebih lagi di Indonesia pengguna internet menjadi salah satu yang terbesar di seluruh dunia. Bahkan dalam keterangan yang dirilis Menkominfo, Indonesia menempati peringkat kelima pengguna twitter terbesar didunia yaitu sebanyak 19,5 juta pengguna di Indonesia dari total 500 juta pengguna globa.
Melihat betapa krusialnya masalah ini pemerintah Indonesia khususnya yang menangani aksi terorisme di Indonesia yaitu BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) ditahun 2015 lalu mencoba melakukan penceghan aksi terorisme baru dengan melalui media dunia maya. BNPT akan melakukan pendekatan dan pencegahan, serta pembinaan melalui dunia maya untuk menangkal dan membatasi para pelaku teror dalam menggunakan media ini. dalam misinya BNPT akan meluncurkan dua website baru untuk mendukung program ini. Ada empat tema yang akan diusung dalam program ini yaitu cinta tanah air, pemahaman tentang jihad, meluruskan ajakan pengkafiran orang (takmiri), dan Khilafah yang saat ini digunakan ISIS untuk mendirikan negara baru yaitu Negara Islam Irak dan Suriah. Langkah ini dilakukan dalam rangka untuk mengimbangi web keras yang selama ini menguasai dunia maya yang pada tujuannya pemahaman radikal dan terorisme itu bisa ditekan, dan bahkan bisa dihilangkan dari Indonesia.
Adapun kedua website yang di gagas BNPT untuk menghalau para terorisme di Indonesia yaitu damailahindonesiaku.com dan jalandamai.org. Melalui penggunaan web ini diharapkan masyarakat dapat mengetahui informasi dan pemahaman yang benar serta akurat terkait terorisme di Indonesia.
Jumlah kata : 927
SUMBER :
FATWA MAJELIS ULAMA INDONESIA, Nomor 3 Tahun 2004, Tentang TERORISME (pdf)
http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3415/Kominfo+%3A+Pengguna+Internet+di+Indonesia+63+Juta+Orang/0/berita_satker#.VRT8cNk34so, Kominfo : Pengguna Internet di Indonesia 63 Juta Orang, (diakses pada 27 Maret 2015)
http://www.majalahserdadu.com/2015/03/bnpt-jadikan-tahun-2015-sebagai-tahun.html, BNPT Jadikan Tahun 2015 Sebagai Tahun Pencegahan Terorisme di Dunia Maya (diakses pada 27 Maret 2015)
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/15/03/15/nl8zss-ini-penyebab-masyarakat-tertarik-masuk-isis, Ini Penyebab Masyarakat Tertarik Masuk ISIS, (diakses pada 27 maret 2015)
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/14/12/29/nhcick-panglima-tni-isis-belum-jadi-ancaman ,Panglima TNI: ISIS Belum Jadi Ancama, (diakses pada 27 Maret 2015)