PALSU

Banyak hal terlihat sempurna oleh mata.

Tetapi tidak semenarik itu ketika berhadapan langsung.

Kita sadar bahwa kesempurnaan yang terlihat oleh mata adalah palsu.

Kepalsuan akan selalu beriringan dengan manusia.

Aku bisa saja berbuat balik, tapi sorot mataku tak pernah tega.

Ketika itu terjadi, aku sadar bahwa tidak ada satu manusia pun yang dapat diketahui kedalaman hatinya.

Aku ingin sekali meneriaki mereka dengan sebutan,

“Hey Munafik, Pembohong, Pembual!”

Tapi itu hanya menambah sarang kebencian di dadaku.

Aku letih untuk mengucapkan sedih meratap, marah membara.

Toh hidup tidak selesai di satu titik saja.

Aku akan menyelesaikannya,

aku percaya air keruh itu dapat dimurnikan kembali,

Walaupun mungkin proses pemurnian tidak secepat yang diharapkan.

Sewaktu-waktu akan tiba masanya akupun ada di pihak ‘Kepalsuan’ itu.

Semoga ada seseorang juga dengan sukarela memurnikanku kembali.

Jika saja aku boleh berharap lebih.

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.