Kucing Bapak
Hari ini mau nulis soal Bapak
Yang kerjaannya ke toko pakan hewan
Beli makanan kucing lalu disimpan
Kalau-kalau beliau menemukan kucing lapar di jalan.
Kucing Bapak mungkin sudah ratusan
Sebagian mati ditabrak motor atau mobil yang kencang
Mungkin suatu hari keracunan
Sebagian lagi menunggu Bapak tiap hari
Mendengar suara motornya lalu berlari
Mereka pikir “bapak sudah disini”
Bergerombol bersuara bernyanyi
Dan perut kecil mereka yang juga berbunyi
Tapi kucing Bapak tak punya nama
Bapak pikir tak perlu punya nama untuk mengenal mereka
Seperti kucing-kucing itu mengenal suara motor Bapak
Teman Bapak bilang bapakku sudah keterlaluan
Agak gila mau maunya kasih makan kucing jalanan
Aku berkata Bapak itu yang waras
Dan teman bapak itu pasti hidupnya tidak pernah merasa lepas
Sepertinya kebanyakan menumpuk tugas
Sukanya merokok tak tahu tempat
Mungkin otaknya hanya soal perempuan dan mencari-cari martabat
Tapi Bapak tak malu dibilang gila atau terlalu lembut
Dalam hidup Bapak, semangat mengasihi itu tak boleh surut
Bapak mengingatkan bahwa hidup itu bukan soal diri sendiri
Lihat ke luar sekali-kali
Seperti kucing-kucing Bapak, mereka yang terpinggir menunggu untuk dicari
Bapak tak pernah tahu apa imbalan dari memberi makan kucing jalanan
Bapak juga bingung kalau ditanya mengapa beliau rela menghabiskan uangnya demi kucing kelaparan yang besok sudah mati di bawah jembatan
Aku tidak bingung
Bapak itu menyampaikan pesan
Berbuat baik tak perlu enggan.
