Semoga Doamu Terkabul Menjadi Hujan
/1/
Engkaukah itu, Tuan
yang selalu mendaras di beranda
berganti-gantian dengan hujan
Engkaukah itu, Tuan
yang takjub menatap langit
dari riak genangan kolam halaman
Matamukah itu, Tuan
yang telaten menjahit kata
demi kata menggunakan telunjuknya
hingga halaman demi
halaman demi lembar
demi lembar
hingga engkau lupa kepada rintik
yang mengetuk-ketuk jendelamu
memohon diizinkannya masuk
ke dalam rumahmu
/2/
Sekarang aku yakin itu adalah engkau, Tuan
sebab kebiasaanmulah
yang membiarkan pintu terbuka
ketika langit ingin berteduh dari duka