Mars vs Venus
~mars version~
sejak pagi hingga sore hari, hariku tidak seperti biasanya, perasaanku campur aduk, terutama setelah semalam aku mengunjungi sebuah laman sosmed bernuansa warna biru, dan mengetikkan satu nama.
Lama sudah aku tak berbincang akrab dengannya, berbagi foto, saling berbagi barisan chat yang sering membuatku terkekeh sendiri hingga menimbulkan kerut di dahi teman-teman yang melihatku.
Dilayar sosmed itu, kulihat beberapa share postingan-nya, tentang kolam renang keluarga, tentang hiasan-hiasan dan dekorasi rumah cantik, lengkap dengan tagname seseorang tersayang.
Sebuah potret keluarga kecil bahagia.
Aku tak pernah memahami perasaan apa yang berkecamuk saat itu. apakah perasaan cemburu karena aku pernah demikian dekat dengannya? entahlah. tapi setelah renggangnya aktifitas kedekatan kami, aku tak menduga satu atau dua postingan link bisa sedemikian berpengaruhnya merubah mood ku.
Malam itu dia memberikan komentar status aplikasi messenger ku. entah darimana awalnya, kami mulai membahas masa libur.
seperti biasa, aku membuka ejekanku dengan membandingkan masa liburku yang panjang dengan masa liburnya, tidak ada yang terlalu aneh sebenarnya. dan kami pun sudah terbiasa dengan saling mencela hal hal semacam itu.
namun sikapnya kali ini agak berbeda. aku membaca nada tak enak dalam baris chat nya.
Saat itu aku berpikir, apakah memang dia sudah sedemikian muaknya dengan ejekan-ku? menjaga jarak, hingga hal-hal yang biasa kami jadikan bahan candaan pun sedemikian mengesalkan buatnya?
Aku menyadari perubahan kalimatnya yang marah dengan celaanku. namun jariku terus menerus mengetikkan semua kalimat ejekanku berulang ulang. terus menerus hingga dia benar benar malas meladeniku.
dan voila. aku berhasil. dari bahasa teksnya, dia benar benar kecewa.
Apapun penilaian-nya tentangku, toh aku sudah tak berarti apa apa lagi buatnya.
aku cuma selembar kisah saja. Dan aku harus membiasakan diri untuk menerima hal itu.
Dia sudah tau, bagaimana perasaanku tentangnya. aku menyayanginya. aku mencintainya. terserah kalau dia lebih memilih menahan perasaan-perasaan terlarang semacam itu. toh, kembali lagi, mars dan venus memang berbeda.
Kalau dia memutuskan untuk membenciku, aku akan membantunya. agar tak lagi ragu.
hanya itu. semua yg kulakukan, aku tak ingin dia ragu.
24.08.2017
~from mars with love~ 👅
