Schatz, I miss you

Hangat kopi yang kusesap dan sebatang rokok menemaniku pagi ini, duduk di gazebo, memandangi laut biru yang terhampar jauh didepanku membuat pikiranku melayang, menghantarkan rasa sepi dan kerinduan yang mendalam di hati.

Sungguh aku merindukan renyah celotehnya mengisi hari-hariku, teks usil-nya saat menggodaku, balasan judes-nya saat aku mengejeknya, dan semua kenangan yang pernah kami lalui saat masih sering bertatap muka, masih ingat rasanya saat lingkar lengan kecilnya dipinggang, memeluk erat tubuhku.

Ahh, mungkin semua sudah tak akan terulang lagi, bahkan tidak mungkin jika kuminta satu hari bersamanya sekalipun.

Bagaimana kabarmu? kamu sakit apa? tak kuhiraukan postingan sour sally di medsos-nya, biasanya aku selalu iri apabila dia upload kuliner2 nikmat yang bisa dengan mudah didapat di ibukota, tapi kali ini, sebaris teks ikut menemani unggahan foto itu, mengatakan bahwa dirinya sedang sakit. :(

Kubaca ulang setiap harinya setiap cerita yang dia tulis di blog, namun aku tak pernah sanggup untuk menulis ulang cerita-ku. atau lebih tepatnya, bahkan aku tak bisa menuliskan kekosongan hari-hariku disini. Tidak ada yang bisa kuceritakan, cuma hampa, sepi dan rindu. Tak tega rasanya memberatkan keputusannya.

Semoga kamu selalu bahagia schatz…

miss you so much…damn!

One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.