Thanks Ci…

Sungguh, aku menghargai setiap detik yang kamu sisihkan untuk menemaniku, andai bisa kujelaskan kenyamanan yang kurasakan hanya untuk melewati sebuah perbincangan kecil disudut warung indomie di sebuah parking zone, sambil menikmati es krim, menghisap beberapa batang rokok, mendengarkan cerita-cerita mu.

Bukan, bukan aku tak mau menceritakan tentang diriku, seperti yang selalu kamu keluhkan bahwa setiap perbincangan, hanya dirimu yang terus mengoceh tentang hari-harimu. Aku hanya menyadari bahwa bersamamu, tak pernah cukup rasanya waktu yang hanya sekejap itu. Ada perasaan tak rela kehilangan moment jika harus menghentikan cerita yang kau sampaikan.

Cukup banyak waktu kerjamu yang terbuang hanya untuk menemaniku, hingga akhirnya kamulah yang berkorban lebih banyak untuk menyisihkan waktu santaimu, menyelesaikan hutang pekerjaan. Tak jarang harus kau bawa pulang tumpukan dokumen itu, atau kau selesaikan hingga larut di kantor.

Terimakasih, sungguh aku menikmati ‘after work time’ yang kamu berikan, terimakasih udah nemenin aku cari hadiah untuk sikecil, nyempetin makan di ‘American Warteg’.

Kamu….amazing