Filosofi air

Photo is from Unsplash by Jose Soria
Seperti air yang selalu mengikuti bentuk wadahnya, saya juga percaya lingkungan sangat berpengaruh terhadap karakter yang kita miliki.

Alkisah si mbak yang biasa bersih-bersih di kosan, curhat sama saya beberapa hari yang lalu. Katanya ada anak “kliennya” dulu yang sangat manja. Apa-apa maunya diambilin dan dilayani. Bahkan untuk urusan cuci celana dalamnya *oopsie* pun minta dicuciin. Saya jadi berpikir, anak tersebut pasti terlalu lama berada dalam wadah yang sama. Wadah yang membuat dia terlalu nyaman sehingga membuatnya tidak pernah merasakan atau paling tidak membayangkan rasanya berada di posisi orang lain.

Saya bersyukur pernah mencicipi berbagai wadah yang beragam. Wadah dimana saya bersekolah di sekolah sederhana yang bahkan kelasnya pernah rusak gara-gara angin ribut. Wadah ketika setiap hari saya harus naik bus tuyul (semacam metromini kecil yang sering kali penuh dengan asap rokok) untuk berangkat ke SMP. Wadah dimana saya sering kali harus naik becak karena tidak diijinkan bawa motor ketika SMK dulu. Wadah dimana saya sering kehabisan uang makan (padahal bulan masih panjang) ketika kuliah dulu. Termasuk juga wadah ketika saya pindah ke ibu kota dengan segala hiruk pikuk dan beragam keunikan warganya.

Dan saya pun bersyukur pernah mencicipi berbagai wadah tersebut. Karena merasakan berbagai wadah itu bagi saya merupakan suatu previlege tersendiri untuk memperluas sudut pandang. Untuk membuka perspective. Dengan memiliki sudut pandang yang luas, harapannya adalah kita juga bisa lebih mudah untuk memposisikan diri. Bagaimana harus bertindak tanduk di berbagai lingkungan dan kalangan yang berbeda.

Jadilah seperti air. Ia akan mengikuti bentuk wadahnya dimanapun ia berada.

Bukan berarti kita harus ikut jadi berandalan ketika berada di lingkungan preman. Filosofi air justru mengajarkan kita untuk berlaku fleksibel. Dengan siapapun kita berinteraksi, kita harus menyesuaikan, berempati, dan toleransi. Tidak lantas jadi orang yang keras kepala yang tidak mau berkompromi. Semoga ini jadi pengingat buat kita semua. (: