Naik Turun Harga Minyak

Seperti dilansir di dunia-energi.com — Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) menguat dari 8,0 sen menjadi US$47,37 per barel pada pukul 17.51 GMT menyusul pulihnya kilang yang terkena akibat dari badai Harvey.

Disisi lain, harga minyak mentah Brent turun 41 sen menjadi US$52,34 per barel pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) karena sebagian beralih dari pasar minyak mentah ke aset energi yang dapat dikira lebih aman digunakan, menyusul uji coba nuklir Korea Utara kuat.

Tidak seperti perkiraan, kerusakan infrastruktur yang disebabkan oleh badai Harvey tidaklah berpengaruh terlalu besar. Kilang utama yang difungsikan untuk menghasilkan bensin dan bahan bakar jet sudah mulai pulih dari Senin (4/9).

Colonial Pipeline, sistem bahan bakar Amerika terbesar, memulai kembali segmen distilasi dari jaringan pipanya dari Texas ke New Jersey. Jaringan pipa bensinnya akan kembali beroperasi pada Selasa (5/9) waktu setempat, kata perusahaan itu.

Analis di JBC Energy yang berbasis di Wina dalam laporannya menyebut gangguan dari Badai Harvey di Gulf Coast AS secara bertahap pulih kembali. Dalam skema yang lebih luas, tampak bahwa sejauh ini industri energi terhindar dari kerusakan besar pada aset dan infrastruktur.

Dan sementara pemerintah AS membuka cadangan minyak strategisnya untuk pertama kali dalam lima tahun terakhir pekan ini, kepala Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan badan pengawas energi global tidak melihat perlunya pelepasan stok minyak internasional yang terkoordinasi setelah Harvey.

Gubernur Texas Greg Abbott memperkirakan kerugian US$150 miliar hingga US$180 miliar akibat badai itu, menyebutnya lebih besar daripada kerugian akibat Badai Katrina atau Sandy, yang melanda New Orleans pada 2005 dan New York pada 2012.

Meskipun banyak kerugian yang terjadi pada badai Harvey, terlihat harga minyak tidak drastis mengalami perubahan. Amerika sendiri sangat mandiri dalam mengatur kondisi minyak dalam negerinya. Terlihat dari adanya cadangan yang langsung dapat digunakan apabila bencana seperti badai Harvey terjadi. Menyebabkan cepatnya pulih harga minyak berjangka WTI.

Sedangkan harga minyak berjangka Brent kurang beruntung. Percobaan Korea Utara tentang nuklir cukup meyakinkan. Menyebabkan banyaknya beralih dari minyak ke energi yang dianggap lebih efisien. Tetap saja dapat dipastikan, meskipun nuklir dianggap aman dan efisien, kebutuhan akan minyak pasti tetap akan ada. Dengan begitu harga minyak tidak akan menurun drastis sampai nuklir benar dapat digunakan dengan efisiensi yang sangat tinggi.

Show your support

Clapping shows how much you appreciated Kelompok 4 KAP TM ITB 16’s story.