Sumber instagram.com/sheilaon7

Soundsfest 2016

Lapangan Summarecon Mall Bekasi sabtu malam itu menyilaukan pesona yang berbeda.

Prolog

Tahun ini gue (sekali lagi) jadi creative director di sebuah event musik ambisius bernama Soundsfest. Adalah Rayn yang mengajak gue untuk bantu tim Mapspro nya menciptakan acara musik dengan experience sosial media yang berbeda. Ibarat Batman, gue mengajak Nightwing gue, Aris, sebagai partner dalam menjaga keseimbangan visual dari Soundsfest.

Gue dan Aris mengarahkan tim publikasi soundsfest mengenai strategi publikasi di sosial media, pengarahan konten, dan konversi engagement audiens. Selain itu, kami juga mengurus branding disertai pembuatan kebutuhan konten dan grafis untuk produksi.

Sekilas dua-kilas

Berbeda dengan acara musik yang sempat gue bantu direksi kreatifnya dari dalam, gue ngga literally terlibat di internal di sini. Sebagai third-party lah bahasa kerennya. Meski begitu, kebahagiaan hakiki sebagai creative director tetap dilancarkan ide-ide liar mengenai konten sosial media yang gue ajukan.

Di sini, gue pengen sosial media soundsfest ga cuma jadi tempat pengumuman acara yang asal lewat aja. Gue juga ingin memberikan value lebih yang event-event lain belum pernah coba. Adalah awareness terhadap guest star, yang gue pengen emphasize agar soundsfest dari awal bisa memberikan broader spotlight kepada guest star dan artis nya.

Implementasi dari gue untuk meningkatkan awareness di sosial media instagram Soundsfest adalah dengan membuat post instagram yang menerapkan grid based-post, kaya satu konten utama di pecah jadi 3/6/9 post yang dipost tiap-tiap prime time di daerah Jabodetabek.

Secara konten, isi dari postingan instagram yang meningkatkan awareness di soundsfest itu berupa konten yang isinya fakta, cuplikan video klip, cuplikan video live, cuplikan lagu, dari guest star/artis yang bermain di soundsfest.

Pre event

Crowdoves di kita anak negeri

Jadi sebelum acara utama, ada dua rangkaian pre-event soundsfest, yaitu audisi band di kantor kita anak negeri depok, dan pre event Soundsfest/Literart 2.0 di Margo City Depok. Gue dan Aris (yang mana juga tergabung dalam satu band) mendapat kesempatan main di kita anak negeri. Intinya mau pamer foto kalo akhirnya bisa main bareng crowdoves lagi. hahahaha

Now Playing : Soundsfest 2016

Akhirnya Hari-H tiba, bareng sama Aris, kita menuju Summarecon Mall Bekasi. Telat. Alhasil, gue baru datang saat band Rumahsakit memainkan nomor-nomor terakhirnya. Berikut kronologisnya :

Rumahsakit, nikmat, sehat, tanpa antri BPJS.

Rumahsakit menyambut kedatangan gue dengan “kuning”. Salah satu hits awal-awal 2000-an nya dia. Menikmati pemain pertama dalam rundown ga pernah se-asik ini! Setelah “kuning”, ujung penampilan diakhiri dengan “hilang”. Saat dentuman intro drum dimulai, gue bilang ke Aris : ”Ris, drumnya eargasmic nih, siap siap lo!” dan gelegar drum berdentum menaikan bulu kuduk keatas dan menjatuhkannya lagi, kencang, deras mencairkan segala kekakuan, hilang.

Gue juga mau donatnya P. Joana

Ba’da Maghrib, gue stand by di monitor tent bareng Aris dan Iqo. Guest star setelah ini adalah P. Joana. Gue bukan penggiat skena musik ini, tapi ini adalah pengalaman pertama gue. Akhirnya doi main. Terus aga dance ngangkang gitu, terus dia bilang “Ada yang mau donat?”.

Gue kira ada gimmick seduction gitu, ternyata memang dalam aksi panggungya P. Joana selalu menawarkan donat kepada penontonnya. Suguhan yang menarik. Musik P. Joana hampir 1 jam nonstop mengisi kuping gue. Untuk noobs seperti gue …Ampun DJ !

Tentram dalam ambience yang me-rasuk dalam zaman zaman.

Guest star selanjutnya adalah The trees and the wild. Perform yang paling gue tunggu di Soundsfest. Bahagia jadi bagian dari event organizer adalah menonton lebih dekat dengan backstage pass. Gue dan Aris dengan khidmat menikmati lagu-lagu TTATW, ada lagu-lagu pada album Rasuk yang dimainkan, sayangnya lagu pembius “Saija” ngga di sajikan malam itu.

Irish girl and Irish boy~

Disana, tidak ada interaksi ke penonton dari Remedy atau Tamy, namun ambience yang mereka bawakan mampu merasuk tanpa perlu ada distraksi sapa-sapa. Rasuk!

Musim yang baik disuguhkan pada malam yang baik

Sheila on 7. Meski kedatangannya perlu menggeser waktu acara, penonton tetap setia menunggu hingga Duta dkk turun dari van yang berada tepat di samping panggung dan langsung menghentak tanpa basa-basi dengan lagu-lagunya.

Segala nomor-nomor favorit Sheila dimainkan, ada yang di medley, ada yang dimainkan dengan aransemen berbeda, semua tetap diladeni penonton yang riuh bernyanyi bersama dalam gubahan Duta.

kau harus bisa berlapang dada~

Setelah Sheila, masih ada dessert nikmat dari Midnight Quickie. Gue ingin nonton mereka banget saat itu, tapi karena ada pergeseran waktu di rundown, niat itu gue urungkan.

Terima kasih Soundsfest, atas kesempatan yang akan selalu gue bingkai sebagai kisah klasik untuk masa depan.

Well, secara pribadi ini adalah pengalaman yang menyenangkan bisa jadi creative director di event musik, ga semuanya gue ceritain tapi gue harap ini bisa jadi reminder buat gue maupun kalian, kalau masa muda kita itu indah, dan cepat. Kita bisa isi apapun dengan apa yang kalian mau, cari pengalaman, koneksi, jaringan, dan buka peluang!

Karena lebih banyak aura positif yang cuma bisa lo dapet diluar sana.


Thank You!
One clap, two clap, three clap, forty?

By clapping more or less, you can signal to us which stories really stand out.