Garry Andrew Yandra W

PATRA15031

Departemen Pengembangan Karya HMTM “PATRA” ITB 2017/2018

PATRA SEMINAR REVIEW : AFTER GRADUATION PATH ENTERPRENEURSHIP

Pembicara :

Ricky Aditiya Fandi, S.T. (Founder of Fandi Corp)

Mirsa Sadikin, S.T. (Founder of Noompang)

Review :

Pada hari Jumat, 22 September 2017 telah dilaksanakan kolaborasi bentukan Guest Lecture oleh HMTM “PATRA” ITB, IATMI SM ITB, dan SPE ITB SC dengan tema “Young Entrepreneur Starting Up Business with Low Capital Cost”. Guest Lecture ini pun bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam memulai suatu bisnis dengan tips-tips tertentu sesuai dengan pengalaman pembicara.

Pada zaman modern ini dengan dunia bisnis yang berkembang pesat, banyak orang muda seperti mahasiswa menjadi memiliki ketertarikan untuk memulai bisnis dan menghasilkan pendapatan untuk kehidupannya secara mandiri. Tidak sedikit juga orang di dunia ini sudah sukses dalam menjalankan bisnisnya yang dimulai dari sejak mereka muda. Dalam memulai suatu bisnis tentu saja banyak hal yang harus dipersiapkan dan tidak bersifat instan dalam mencapai kesuksesan. Dalam Guest Lecture ini, Bang Ricky dan Bang Mirsa menceritakan pengalaman mereka dalam memulai bisnis mereka sekarang yang dapat dikatakan sudah berada pada kondisi sangat baik dalam dunia bisnis.

Bang Ricky sebagai founder of Fandi Universal Corp memberikan tips utama dalam melakukan sebuah bisnis yaitu “Gigih, Tekun (Telaten), Sabar, dan “Money Oriented”. Ia menceritakan mengenai pengalamannya dulu sebagai mahasiswa yang mandiri dalam memenuhi segala kebutuhan dan membayar biaya kuliah. Bang Ricky merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dalam pemenuhan biaya kuliahnya, namun dalam masa perkuliahan Ia sudah memulai bisnis kecil-kecilan. Dari jualan pisang goreng, sepatu, tas, jaket, tiket pesawat, pulsa dan sampai mengajar telah Ia lakukan dalam menjalankan kesukaannya dalam melakukan bisnis. Dengan pengalaman-pengalaman kecil yang sudah Ia dapatkan dalam masa perkuliahan, Ia pun belajar untuk berani dalam melihat suatu peluang bisnis dan menjalankan bisnis tersebut dengan gigih, tekun, dan sabar. Kata kunci tersebut Ia tunjukkan dalam pengalamannya saat masuk ke dalam dunia kerja. Ia bekerja dalam suatu perusahaan consultant yang memiliki jam kerja yang sangat padat dan cukup memusingkan. Walaupun dengan kesibukannya dalam dunia kerja, Ia tetap melanjutkan jiwa bisnisnya dengan berjualan kosmetik import. Setiap hari dari pagi sampai malam Ia bekerja dan menjalankan bisnisnya sendirian pada malam hari sampai subuh dengan melakukan packing barang jualannya sendiri dan mengirimkannya setiap pagi sebelum Ia berangkat kerja. Dari pengalaman inilah Ia dapat menunjukkan sifat gigih dan ketekunannya. Dengan kerja kerasnya tersebut, bisnis yang Ia jalankan pun semakin berkembang walaupun terdapat banyak masalah dan penurunan pendapatan pada awalnya. Dengan kesabaran Ia pun dapat membuat bisnisnya menjadi sangat maju dan pada akhirnya Ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih serius lagi dalam menjalankan bisnisnya. Dalam melakukan bisnis, hal yang Ia soroti adalah “money oriented”. Sudah jelas bahwa jika kita ingin melakukan suatu bisnis, harus terdapat profit ataupun dapat dikatakan uang pendapatan yang signifikan dari bisnis tersebut. Maka dengan gigih, tekun, dan sabar dalam menjalankan bisnis jangan lupa dengan sistem bisnis yang dapat dikatakan sebagai “money oriented” agar usaha yang dilakukan dapat menunjukkan suatu hasil yang baik untuk bisnis yang dilakukan. Dengan keberanian dalam melihat suatu peluang bisnis dan menjalankannya, Bang Ricky memberikan tips kepada peserta untuk mulai berani dalam melakukan bisnis sejak dini, karena dengan berani memulai suatu bisnis akan terbentuk mindset bisnis yang baik dan strategi-strategi baru yang dapat membuat kemampuan dalam melakukan bisnis seseorang menjadi lebih baik.

Bang Mirsa sebagai founder of Noompang juga

menceritakan pengalamannya dalam mengembangkan bisnisnya dari awal sampai sekarang yang telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Ia telah memiliki jiwa bisnis dari sejak SD, yaitu dengan menjadi re-seller dari KASKUS dan dilanjutkan ke SMP dan SMA dengan menjual CD hasil foto dokumentasi yang merupakan hobinya. Di perkuliahan Ia juga pernah menjual USB dan baju dengan hasil yang cukup baik. Sekarang pun Ia sedang mengembangkan Noompang sebagai bisnis yang berbasis teknologi dengan nilai investasi yang sangat tinggi. Dengan pengalaman bisnisnya tersebut yang tentu saja tidak mudah, yaitu bisnisnya yang pernah mengalami penurunan dan akhirnya harus diberhentikan, Bang Mirsa pun mendapatkan sense sebagai entrepreneur yang baik. Ia menjelaskan bahwa seorang entrepreneur memiliki 7 sifat mendasar yang membedakan dengan seorang businessman yaitu originality of an idea, on the purpose of doing to solution, brave to take risk, on what we think about money is customer to be happy and productive, how we deal with time, how we see the world to develop, and how we define success. Dengan sifat-sifat tersebutlah, Ia dapat mengembangkan Noompang dengan visi yang Ia miliki dan tim terbaik yang Ia bentuk. Kondisi Noompang dalam bisnis pun telah menarik seorang investor yang berani melakukan investasi sangat besar kepada Noompang. Dalam jangka waktu kedepan pun Bang Mirsa meyakini bahwa Noompang dapat menjadi lebih besar lagi dalam menjadi suatu sistem yang dapat memudahkan banyak orang seperti jika seseorang ingin “numpang” beli suatu barang di luar negeri. Dalam memulai suatu bisnis, Bang Mirsa memberikan 10 tips utama yang harus dilakukan, yaitu find real problem, grit, find something you can control, find your great team, seek help (tidak perlu malu-malu minta bantuan dari teman), “its not easy” (jangan memudahkan/memrendahkan hal kecil dalam bisnis anda), “execute, execute, and execute”, “Start Small, Aim Big”, Believe in your product, and Go out and Explore. Dengan melakukan tips-tips tersebut, diharapkan dalam memulai suatu bisnis seseorang dapat menjadi entrepreneur yang baik.

Pembicara :

Ricky Aditiya Fandi, S.T. (Founder of Fandi Corp)

Mirsa Sadikin, S.T. (Founder of Noompang)

Review :

Pada hari Jumat, 22 September 2017 telah dilaksanakan kolaborasi bentukan Guest Lecture oleh HMTM “PATRA” ITB, IATMI SM ITB, dan SPE ITB SC dengan tema “Young Entrepreneur Starting Up Business with Low Capital Cost”. Guest Lecture ini pun bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa dalam memulai suatu bisnis dengan tips-tips tertentu sesuai dengan pengalaman pembicara.

Pada zaman modern ini dengan dunia bisnis yang berkembang pesat, banyak orang muda seperti mahasiswa menjadi memiliki ketertarikan untuk memulai bisnis dan menghasilkan pendapatan untuk kehidupannya secara mandiri. Tidak sedikit juga orang di dunia ini sudah sukses dalam menjalankan bisnisnya yang dimulai dari sejak mereka muda. Dalam memulai suatu bisnis tentu saja banyak hal yang harus dipersiapkan dan tidak bersifat instan dalam mencapai kesuksesan. Dalam Guest Lecture ini, Bang Ricky dan Bang Mirsa menceritakan pengalaman mereka dalam memulai bisnis mereka sekarang yang dapat dikatakan sudah berada pada kondisi sangat baik dalam dunia bisnis.

Bang Ricky sebagai founder of Fandi Universal Corp memberikan tips utama dalam melakukan sebuah bisnis yaitu “Gigih, Tekun (Telaten), Sabar, dan “Money Oriented”. Ia menceritakan mengenai pengalamannya dulu sebagai mahasiswa yang mandiri dalam memenuhi segala kebutuhan dan membayar biaya kuliah. Bang Ricky merupakan mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dalam pemenuhan biaya kuliahnya, namun dalam masa perkuliahan Ia sudah memulai bisnis kecil-kecilan. Dari jualan pisang goreng, sepatu, tas, jaket, tiket pesawat, pulsa dan sampai mengajar telah Ia lakukan dalam menjalankan kesukaannya dalam melakukan bisnis. Dengan pengalaman-pengalaman kecil yang sudah Ia dapatkan dalam masa perkuliahan, Ia pun belajar untuk berani dalam melihat suatu peluang bisnis dan menjalankan bisnis tersebut dengan gigih, tekun, dan sabar. Kata kunci tersebut Ia tunjukkan dalam pengalamannya saat masuk ke dalam dunia kerja. Ia bekerja dalam suatu perusahaan consultant yang memiliki jam kerja yang sangat padat dan cukup memusingkan. Walaupun dengan kesibukannya dalam dunia kerja, Ia tetap melanjutkan jiwa bisnisnya dengan berjualan kosmetik import. Setiap hari dari pagi sampai malam Ia bekerja dan menjalankan bisnisnya sendirian pada malam hari sampai subuh dengan melakukan packing barang jualannya sendiri dan mengirimkannya setiap pagi sebelum Ia berangkat kerja. Dari pengalaman inilah Ia dapat menunjukkan sifat gigih dan ketekunannya. Dengan kerja kerasnya tersebut, bisnis yang Ia jalankan pun semakin berkembang walaupun terdapat banyak masalah dan penurunan pendapatan pada awalnya. Dengan kesabaran Ia pun dapat membuat bisnisnya menjadi sangat maju dan pada akhirnya Ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan lebih serius lagi dalam menjalankan bisnisnya. Dalam melakukan bisnis, hal yang Ia soroti adalah “money oriented”. Sudah jelas bahwa jika kita ingin melakukan suatu bisnis, harus terdapat profit ataupun dapat dikatakan uang pendapatan yang signifikan dari bisnis tersebut. Maka dengan gigih, tekun, dan sabar dalam menjalankan bisnis jangan lupa dengan sistem bisnis yang dapat dikatakan sebagai “money oriented” agar usaha yang dilakukan dapat menunjukkan suatu hasil yang baik untuk bisnis yang dilakukan. Dengan keberanian dalam melihat suatu peluang bisnis dan menjalankannya, Bang Ricky memberikan tips kepada peserta untuk mulai berani dalam melakukan bisnis sejak dini, karena dengan berani memulai suatu bisnis akan terbentuk mindset bisnis yang baik dan strategi-strategi baru yang dapat membuat kemampuan dalam melakukan bisnis seseorang menjadi lebih baik.

Bang Mirsa sebagai founder of Noompang jugamenceritakan pengalamannya dalam mengembangkan bisnisnya dari awal sampai sekarang yang telah menunjukkan hasil yang sangat baik. Ia telah memiliki jiwa bisnis dari sejak SD, yaitu dengan menjadi re-seller dari KASKUS dan dilanjutkan ke SMP dan SMA dengan menjual CD hasil foto dokumentasi yang merupakan hobinya. Di perkuliahan Ia juga pernah menjual USB dan baju dengan hasil yang cukup baik. Sekarang pun Ia sedang mengembangkan Noompang sebagai bisnis yang berbasis teknologi dengan nilai investasi yang sangat tinggi. Dengan pengalaman bisnisnya tersebut yang tentu saja tidak mudah, yaitu bisnisnya yang pernah mengalami penurunan dan akhirnya harus diberhentikan, Bang Mirsa pun mendapatkan sense sebagai entrepreneur yang baik. Ia menjelaskan bahwa seorang entrepreneur memiliki 7 sifat mendasar yang membedakan dengan seorang businessman yaitu originality of an idea, on the purpose of doing to solution, brave to take risk, on what we think about money is customer to be happy and productive, how we deal with time, how we see the world to develop, and how we define success. Dengan sifat-sifat tersebutlah, Ia dapat mengembangkan Noompang dengan visi yang Ia miliki dan tim terbaik yang Ia bentuk. Kondisi Noompang dalam bisnis pun telah menarik seorang investor yang berani melakukan investasi sangat besar kepada Noompang. Dalam jangka waktu kedepan pun Bang Mirsa meyakini bahwa Noompang dapat menjadi lebih besar lagi dalam menjadi suatu sistem yang dapat memudahkan banyak orang seperti jika seseorang ingin “numpang” beli suatu barang di luar negeri. Dalam memulai suatu bisnis, Bang Mirsa memberikan 10 tips utama yang harus dilakukan, yaitu find real problem, grit, find something you can control, find your great team, seek help (tidak perlu malu-malu minta bantuan dari teman), “its not easy” (jangan memudahkan/memrendahkan hal kecil dalam bisnis anda), “execute, execute, and execute”, “Start Small, Aim Big”, Believe in your product, and Go out and Explore. Dengan melakukan tips-tips tersebut, diharapkan dalam memulai suatu bisnis seseorang dapat menjadi entrepreneur yang baik.

Like what you read? Give keprofesian.patraitb a round of applause.

From a quick cheer to a standing ovation, clap to show how much you enjoyed this story.